Setelah kembali ke Kejaksaan, Riyono menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Wakajati Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, hingga kini menjabat Inspektur Keuangan I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
Agus Sahat ST Lumban Gaol dikenal publik ketika menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan mengawal penuntutan kasus penganiayaan David Ozora yang melibatkan Mario Dandy Satriyo.
Setelah itu, ia dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dan kemudian dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Irene Putrie merupakan salah satu jaksa perempuan yang memiliki pengalaman panjang di KPK.
Ia dikenal sebagai Ketua Tim Penuntut Umum dalam perkara korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto.
Setelah mengabdi selama sekitar satu dekade di KPK, Irene kembali bertugas di Kejaksaan dengan membawa pengalaman menangani perkara-perkara korupsi berskala besar.
Renaldi juga berasal dari kalangan alumni KPK.
Meski tidak banyak tampil di ruang publik, ia dikenal sebagai jaksa senior yang memiliki pengalaman sebagai penuntut umum dalam berbagai perkara korupsi.
Pengalamannya itu menjadi salah satu pertimbangan Kejaksaan Agung memasukkannya ke dalam tim penyidik khusus.
Nama lain dalam tim adalah Zet Tadung Allo.
Jaksa asal Tana Toraja itu pernah bertugas di KPK dan menjadi koordinator jaksa penuntut umum dalam perkara unlawful killing anggota Laskar FPI.
Di lingkungan Kejaksaan, Zet pernah menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Wakajati Maluku Utara, dan kini dipercaya sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Adapun Hari Wibowo memiliki pengalaman memimpin sejumlah kejaksaan negeri, di antaranya Kejaksaan Negeri Simeulue dan Kejaksaan Negeri Berau.


