JAKARTA, Holopis.com – Begini kronologi dugaan pelecehan yang menyeret nama Ghaza Muhammad hingga akhirnya didiskualifikasi dari Clash of Champions Season 3.
Nama Ghaza Muhammad Al Ghifari mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah resmi dicoret dari jajaran peserta Clash of Champions (CoC) Season 3 yang diselenggarakan Ruangguru.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret namanya dan viral di platform X.
Polemik bermula pada awal Juli 2026 ketika sejumlah akun di X mengunggah tangkapan layar percakapan yang mengaitkan Ghaza dengan dugaan tindakan pelecehan terhadap rekan perempuan saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
Salah satu unggahan yang paling banyak menjadi perhatian berasal dari akun @cinnamonaww, yang membagikan rangkaian tangkapan layar berisi pengakuan seseorang yang mengaku mengetahui kronologi dugaan peristiwa tersebut.
Dalam unggahannya, akun tersebut mempertanyakan bagaimana Ghaza bisa lolos menjadi peserta Clash of Champions meski disebut memiliki rekam jejak yang dipersoalkan.
“Di sini aku shock dan kaget kayak, kok dia bisa lolos COC dengan latar belakang seperti itu?” tulis akun @cinnamonaww dalam unggahan yang kemudian ramai dibagikan ulang di media sosial.
Berdasarkan isi percakapan yang diunggah akun tersebut, dugaan pelecehan disebut terjadi ketika Ghaza mengikuti kegiatan PKL yang sistem pelaksanaannya disebut mirip dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Dalam percakapan itu, Ghaza disebut diam-diam merekam sejumlah rekan perempuan saat sedang mandi.
Salah satu kutipan dalam tangkapan layar berbunyi, “Jadi saat PKL, dia videoin cewek-cewek tim PKL dia pas mandi. Setelah sekian lama ya ketahuan deh.”
Klaim tersebut hingga kini masih berupa tuduhan yang beredar di media sosial dan belum dibuktikan melalui putusan pengadilan.
Masih berdasarkan unggahan yang sama, akun tersebut juga mengklaim Ghaza telah dinonaktifkan atau mendapat sanksi dari kampus akibat dugaan kasus tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) yang menjelaskan status maupun penanganan perkara tersebut.
Isu tersebut kemudian berkembang semakin luas setelah sejumlah akun lain, seperti @recehsjaa, @kamarlintang, dan @jellymochipop, ikut membagikan informasi serupa serta mempertanyakan proses seleksi peserta Clash of Champions Season 3.
Merespons ramainya perbincangan tersebut, Ruangguru melakukan penelusuran internal dan meminta klarifikasi terhadap peserta yang bersangkutan.
Hasil investigasi internal itu kemudian diumumkan melalui pernyataan resmi.
Ruangguru menyatakan menemukan adanya informasi material yang tidak disampaikan selama proses seleksi maupun administrasi peserta.
Selain itu, perusahaan juga menyebut terdapat keterangan yang tidak sesuai saat proses klarifikasi berlangsung.
“Berdasarkan proses tersebut, Ruangguru menemukan adanya informasi material terkait pelanggaran yang tidak disampaikan selama proses seleksi dan administrasi peserta, serta adanya keterangan yang tidak sesuai dalam proses klarifikasi,” demikian bunyi pernyataan resmi Ruangguru.
Atas dasar temuan tersebut, penyelenggara memutuskan Ghaza Muhammad Al Ghifari tidak lagi menjadi bagian dari Clash of Champions Season 3.
Tak hanya mengeluarkan Ghaza dari kompetisi, Ruangguru juga mencabut seluruh hak, akses, fasilitas, privilege, dan benefit yang melekat sebagai peserta. Ghaza dipastikan tidak akan dilibatkan dalam kegiatan promosi, publikasi, acara, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan Clash of Champions Season 3.
Penyelenggara juga menyatakan akan melakukan penyesuaian editorial terhadap tayangan yang telah diproduksi dengan tetap mempertimbangkan integritas kompetisi dan keadilan bagi peserta lain.
Sebelum namanya menjadi sorotan, Ghaza dikenal sebagai taruna PTDI-STTD yang mengikuti Clash of Champions Season 3 dari kelompok sekolah kedinasan.
Berdasarkan profil yang sempat dipublikasikan, ia berasal dari Mojokerto, merupakan lulusan SMA Negeri 1 Sooko, serta memiliki sejumlah prestasi akademik dan nonakademik, termasuk medali perunggu Kejuaraan Nasional Finswimming 2019.
Hingga berita ini ditulis, Ghaza Muhammad Al Ghifari belum menyampaikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang beredar di media sosial.
Demikian pula belum ada informasi resmi dari aparat penegak hukum mengenai proses hukum atas dugaan tersebut.
Sementara itu, Ruangguru menegaskan bahwa keputusan mencabut status peserta diambil berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi internal yang dilakukan penyelenggara.


