Beredar Video TNI Geruduk Polda Metro, Kapuspen: Diragukan Kebenarannya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mabes TNI memastikan pihaknya tidak pernah mengerahkan personel untuk menggeruduk Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas saat mengklarifikasi video viral yang beredar. Disebutkan pria berbaju loreng dan membawa senjata Laras panjang mengarah ke Polda Metro.

“Tidak benar TNI mendatangi Polda,” kata Muhammad Nas dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (8/7).

Nas menegaskan, tidak mungkin ada anggota TNI yang datang ke Polda Metro. Dia mengatakan TNI menghormati proses hukum.

“Itu sangat nggak mungkin. Kalau ada kasus pasti TNI sangat menghargai proses. Lagian kalau ada yang mengaku sebagai personel BAIS, diragukan kebenarannya,” tegasnya.

Sebelumnya juga diberitakan, pihak TNI menepis anggapan bahwa pihaknya telah melakukan pelanggaran terkait penjagaan kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah di Jakarta.

- Advertisement -

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan, pengamanan yang dilakukan para personel bersenjata lengkap tersebut sudah melalui aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya,” kata Muhammad Nas.

Nas membantah keras bahwa pengamanan itu sengaja dilakukan karena sejumlah penggeledahan yang dilakukan tim Kortas Tipikor dibantu Polda Metro Jaya.

“Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang. Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri,” tegasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU