PULANG PISAU HOLOPIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan personel di lapangan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat memadamkan api sebelum meluas.
Penegasan tersebut disampaikan Djamari saat meninjau Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Jumat (31/7/2026).
Dalam arahannya, Djamari menilai penanganan titik api sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan ketika kebakaran telah meluas dan sulit dikendalikan.
“Saya yakin bahwa kita semua ingin menyelesaikan masalah (karhutla) ini. Pantau terus jangan sampai ada titik api lagi, kita lebih baik menyelesaikannya pada saat (titik api) masih kecil,” ujar Djamari.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penanggulangan karhutla memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia di lapangan, mulai dari sumber air, pompa, jaringan pipa, hingga penampungan air sementara.
Djamari memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan operasi pemadaman, termasuk apabila terdapat kendala yang memerlukan intervensi lebih lanjut.
“Kalau ada kesulitan di lapangan, sampaikan kepada Kepala BNPB. Karena apa pun kegiatannya, ini adalah upaya untuk menyelamatkan manusia. (Karhutla) dampaknya sangat besar, ini dapat berdampak kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat,” katanya.
Selain menekankan percepatan pemadaman, Menko Polkam mengingatkan agar keselamatan personel tidak diabaikan. Menurutnya, setiap operasi harus diawali dengan briefing yang matang agar petugas memahami risiko di lapangan dan dapat bekerja secara aman.
“Perhatikan keamanan para petugas, jangan sampai dia begitu bersemangat, dia lupa dan tidak bisa keluar. Jangan sampai kita tidak memperhatikan keselamatan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah pusat terus memperkuat dukungan penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), penambahan armada pesawat apabila diperlukan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan pemadaman.
Menurut Suharyanto, saat ini dua pesawat operasi modifikasi cuaca telah diterbangkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak.
“Kami akan terus menambah dukungan apabila diperlukan. Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif,” ujarnya.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta seluruh instansi terkait mengoptimalkan penggunaan mobil tangki air yang tersedia untuk mendukung pemadaman sambil menunggu tambahan bantuan dari pemerintah pusat.
Selain itu, BNPB menginstruksikan evaluasi terhadap kekuatan Satgas Darat, baik dari sisi jumlah personel maupun kesiapan peralatan seperti pompa air, selang, dan perlengkapan pendukung lainnya agar penanganan karhutla berjalan lebih optimal.



