JAKARTA, Holopis.com – Pengendara Ninja yang memukul pemotor di Jagakarsa kerap ngelantur saat diperiksa. Polisi menyelidiki kondisi kejiwaannya usai pelaku positif sabu.
Polisi terus mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan seorang pengendara motor Kawasaki Ninja terhadap pemotor lain di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Selain mengungkap hasil tes urine yang menunjukkan pelaku positif mengonsumsi narkotika jenis sabu, penyidik kini juga menyelidiki kondisi kejiwaan pelaku setelah menemukan sejumlah kejanggalan saat pemeriksaan.
Pelaku diketahui bernama Fredik Rysa Samuel.
Selama proses interogasi, pria tersebut beberapa kali memberikan keterangan yang dinilai tidak konsisten dan kerap melantur ketika menjawab pertanyaan penyidik.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan penyidik memutuskan untuk melakukan pemeriksaan psikologis dan kejiwaan terhadap pelaku guna mengetahui kondisi mentalnya.
Langkah itu diambil karena alasan yang disampaikan pelaku terkait aksi penganiayaan dinilai tidak lazim.
Menurut Nurma, saat dimintai penjelasan mengenai motif pemukulan terhadap korban, Fredik mengaku melakukan aksinya karena terdorong keinginan dari dalam dirinya untuk memukul orang yang ditemuinya di jalan.
“Dia mengakuinya bisikan (dari dalam dirinya). Dia itu kayak pengennya gebuk orang gitu lah. Dia lagi naik motor, lihat korban, dia pukul dari belakang,” kata Nurma.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi psikologis maupun kejiwaan pelaku.
Selain itu, polisi juga menilai Fredik tidak menunjukkan penyesalan setelah diamankan.
Sikap tersebut semakin menguatkan perlunya pemeriksaan kejiwaan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Di sisi lain, hasil tes urine terhadap Fredik menunjukkan ia positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Polisi masih mendalami apakah penggunaan narkoba memiliki keterkaitan dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku.
Pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan dan dugaan penyalahgunaan narkotika akan menjadi bagian penting dalam melengkapi berkas penyidikan.
Hasil pemeriksaan nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses hukum yang berjalan.
Kasus ini bermula ketika seorang pemotor menjadi korban pemukulan secara tiba-tiba saat melintas di kawasan Jagakarsa.
Korban dipukul dari belakang tanpa adanya perselisihan maupun interaksi sebelumnya dengan pelaku.
Aksi tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai peristiwa itu beredar luas di media sosial.
Banyak warganet mempertanyakan motif pelaku yang menyerang korban secara acak tanpa alasan yang jelas.
Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap seluruh aspek perkara, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi tindakan pelaku.
Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemeriksaan medis, psikologis, serta hasil laboratorium terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Fredik Rysa Samuel masih menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian.
Aparat akan menentukan langkah hukum selanjutnya setelah seluruh hasil pemeriksaan, termasuk tes kejiwaan, telah diterima dan dianalisis oleh penyidik.


