JAKARTA, Holopis.com – Pengendara Kawasaki Ninja yang viral menampar pemotor di Jagakarsa akhirnya ditangkap polisi. Pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif.
Aksi arogan seorang pengendara Kawasaki Ninja yang diduga menampar pemotor di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, berakhir di tangan polisi.
Setelah videonya viral di media sosial dan menuai kecaman publik, pelaku akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, membenarkan bahwa pelaku telah ditangkap pada Minggu (5/7/2026).
Penangkapan dilakukan di kediaman pelaku di kawasan Cipedak, Jakarta Selatan.
“Sudah (ditangkap),” ujar Nurma Dewi saat dikonfirmasi.
Pelaku diketahui berinisial FRS (37). Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Polsek Jagakarsa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang pengendara motor.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi kekerasan yang dilakukan FRS di tengah jalan.
Polisi juga masih melakukan pemeriksaan melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk mengungkap kronologi secara lengkap.
“Masih di BAP,” kata Nurma Dewi.
Penyidik akan mengumpulkan keterangan dari pelaku, korban, maupun barang bukti berupa rekaman video yang beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan aksi pengendara Kawasaki Ninja berwarna hijau viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman itu, korban tampak sedang mengendarai sepeda motor ketika diikuti pelaku.
Pengendara Ninja kemudian terlihat menggeber motornya sebelum mendekati korban.
Korban terdengar mempertanyakan alasan dirinya ditampar.
“Sumpah gua ditampol sama orang. Lu ngapa, Bang?” ucap korban dalam video.
Alih-alih memberikan penjelasan, pelaku justru mengeluarkan kata-kata bernada menantang.
Bahkan, ia kembali beberapa kali memukul bagian kepala korban.
Korban terus berusaha menanyakan kesalahannya.
Namun pelaku hanya meminta korban membuka helm sambil menantangnya.
“Ayo buka dulu helm lo, nggak kenal sama gua?” kata pelaku.
Korban memilih tidak terpancing emosi. Ia menjawab bahwa dirinya hendak bekerja, lalu meninggalkan lokasi untuk menghindari konflik yang lebih besar.


