Bupati Purwakarta Disanksi KDM Gara-Gara Lagu Kontroversial, Wajib Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Duit Pribadi

0 Shares

HOLOPIS.COM, BANDUNGBupati Purwakarta Om Zein disanksi KDM usai lagu kontroversial viral, wajib renovasi 10 rumah janda pakai uang pribadi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memberikan sanksi sosial kepada Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein usai polemik lagu ciptaannya yang dinilai kontroversial dan memicu perdebatan luas di masyarakat.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah proses klarifikasi keduanya ditayangkan melalui kanal YouTube resmi KDM.

Dalam tayangan di kanal YouTube @kangdedimulyadiofficial, KDM memanggil langsung Bupati Purwakarta untuk dimintai penjelasan terkait lagu berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang sebelumnya viral di media sosial.

Lagu tersebut menuai kritik karena dianggap mengandung lirik yang dinilai tidak pantas dan berpotensi menimbulkan multitafsir di ruang publik.

Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pejabat publik harus berhati-hati dalam berkarya maupun menyampaikan ekspresi pribadi.

- Advertisement -

Ia menilai bahwa segala bentuk komunikasi pejabat akan selalu berdampak luas.

“Bapak hari ini adalah Bupati, pejabat publik. Semua ucapan dan karya akan dipertanggungjawabkan,” ujar KDM dalam tayangan tersebut.

Kontroversi bermula ketika lagu ciptaan Om Zein tersebar di media sosial dan memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan warganet.

Sejumlah pihak menilai isi lirik lagu tersebut tidak sensitif dan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap perempuan.

Dalam klarifikasinya, Saepul Bahri Binzein menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan refleksi dari pengalaman pribadi masa lalunya sebelum menjabat sebagai kepala daerah.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan kelompok tertentu.

“Itu cerita tentang diri saya sendiri,” ujar Om Zein dalam dialog tersebut.

Ia juga mengakui bahwa pengalaman hidupnya di masa muda menjadi inspirasi dalam penciptaan lagu tersebut.

Menurutnya, karya itu merupakan bentuk kejujuran atas perjalanan hidup yang pernah ia lalui.

Dalam percakapan yang ditampilkan di YouTube KDM, Dedi Mulyadi kemudian menggali lebih dalam maksud dari lagu tersebut.

Ia menanyakan secara langsung apakah karya itu berkaitan dengan pengalaman pribadi sang bupati.

“Jadi ini pengalaman pribadi waktu muda?” tanya KDM dalam tayangan itu.

“Betul, pengalaman saya sendiri,” jawab Om Zein.

Lebih lanjut, KDM juga menyoroti alasan publikasi karya tersebut yang dinilai berpotensi menimbulkan salah tafsir.

Ia menegaskan bahwa tidak semua pengalaman pribadi layak dipublikasikan, terutama jika dapat memicu kegaduhan.

“Kalau pengalaman pribadi yang sensitif, sebaiknya disimpan saja,” kata KDM.

Dalam dialog tersebut, KDM juga memberikan pandangan moral bahwa pejabat publik harus mampu memisahkan ruang pribadi dan ruang jabatan.

Menurutnya, ekspresi individu tetap boleh dilakukan, tetapi harus mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas.

“Pejabat publik harus memahami batas antara pribadi dan jabatan,” tegasnya.

Meski begitu, KDM mengapresiasi keterbukaan Om Zein yang dinilai berani mengakui masa lalunya.

Namun, ia tetap menegaskan bahwa langkah korektif perlu dilakukan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di masyarakat.

Sebagai bentuk sanksi sosial, Dedi Mulyadi kemudian menetapkan sejumlah kewajiban kepada Bupati Purwakarta.

Salah satu yang paling menonjol adalah perintah untuk merenovasi 10 rumah janda atau perempuan kepala keluarga di wilayah Purwakarta menggunakan dana pribadi, tanpa menggunakan APBD.

“Saya berikan sanksi sosial, renovasi 10 rumah janda tanpa APBD,” ujar KDM dalam tayangan tersebut.

Selain renovasi rumah, Om Zein juga diwajibkan membantu peningkatan kesejahteraan para keluarga penerima manfaat.

Ia diminta mencarikan pekerjaan bagi para ibu tersebut agar memiliki penghasilan tetap.

“Sekalian bantu cari pekerjaan untuk mereka,” tambah KDM.

Tidak hanya itu, aspek pendidikan anak-anak dari keluarga tersebut juga menjadi perhatian.

KDM menegaskan bahwa anak-anak harus tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak agar tidak terputus masa depannya akibat kondisi ekonomi keluarga.

“Anak-anak mereka harus tetap sekolah,” kata KDM.

Dalam kesempatan yang sama, KDM menegaskan bahwa sanksi tersebut bukanlah hukuman administratif, melainkan pembelajaran sosial yang bersifat membangun.

Ia berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyatakan kesanggupannya menjalankan seluruh arahan yang diberikan.

Ia menerima keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang terjadi.

“Saya sanggup melaksanakan,” ujar Om Zein.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti program renovasi rumah dan pemberdayaan ekonomi sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

Kontroversi lagu tersebut sebelumnya telah mendorong Om Zein untuk menghapus karya itu dari seluruh platform media sosial.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kritik yang berkembang luas di masyarakat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU