Tak Perlu Dimakan, Aroma Cokelat Hitam Disebut Punya Efek Tak Terduga

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan yang cukup menarik bagi pecinta olahraga. Bukan dikonsumsi, aroma cokelat hitam justru disebut berpotensi membantu meningkatkan performa latihan kekuatan sekaligus mengurangi rasa lapar saat berolahraga dalam kondisi perut kosong.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Physiology yang dikutip Holopis.com dari Health pada Kamis (31/7/2026). Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa manfaat tersebut masih perlu dibuktikan melalui penelitian yang lebih luas.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 23 pria sehat berusia sekitar 20 tahun yang rutin menjalani latihan kekuatan diminta melakukan latihan leg extension setelah menghirup tiga jenis aroma berbeda, yakni cokelat hitam cair, cokelat susu cair, dan cairan berbasis air sebagai pembanding.

Hasilnya, peserta yang menghirup aroma cokelat hitam mampu menyelesaikan rata-rata sekitar 18 repetisi leg extension lebih banyak dibandingkan ketika menghirup aroma pembanding.

Tak hanya itu, mereka juga melaporkan rasa lapar yang lebih rendah, rasa kenyang yang meningkat, serta keinginan untuk makan yang berkurang selama latihan.

Sementara itu, kelompok yang menghirup aroma cokelat susu juga menunjukkan peningkatan performa dengan tambahan rata-rata sekitar sembilan repetisi, meski efeknya terhadap rasa lapar tidak sebesar aroma cokelat hitam.

Diduga Memicu Respons Otak

Salah satu penulis penelitian, Mohamed Nashrudin bin Naharudin, menjelaskan aroma cokelat diduga mampu membangkitkan ingatan otak terhadap makanan yang memberikan rasa kenyang.

Respons tersebut diyakini dapat membantu menekan rasa lapar sehingga tubuh tetap mampu mempertahankan performa saat berolahraga meski tanpa tambahan asupan kalori.

Di sisi lain, ahli kinesiologi dari Michigan State University, Nicholas Mortensen, mengatakan aroma makanan memang dapat memengaruhi bagian otak yang berkaitan dengan memori, emosi, sistem penghargaan, hingga pengaturan nafsu makan.

Menurutnya, pada aroma cokelat susu, peningkatan performa kemungkinan lebih dipengaruhi oleh munculnya respons emosional positif yang membuat seseorang lebih termotivasi saat berlatih.

Penelitian Masih Punya Keterbatasan

Meski menunjukkan hasil yang menarik, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini belum bisa dijadikan kesimpulan umum.

Studi tersebut hanya melibatkan peserta pria berusia muda, menggunakan jumlah sampel yang relatif kecil, serta menguji satu jenis latihan kekuatan. Karena itu, hasilnya belum tentu berlaku untuk perempuan, kelompok usia lain, maupun jenis olahraga yang berbeda.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Fredericson juga mengingatkan agar atlet maupun masyarakat tidak menjadikan aroma makanan sebagai pengganti makan sebelum berolahraga.

Menurutnya, memenuhi kebutuhan energi melalui makanan bergizi tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga performa latihan sekaligus mencegah kekurangan energi yang dapat berdampak pada kesehatan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA