Selat Hormuz Tak Lagi Tersendat, Iran Umumkan Langkah Bertahap

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran mengumumkan langkah pembukaan kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz secara bertahap menyusul tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Kamis malam (18/6/2026).

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, otoritas setempat menyebut akses pelayaran melalui jalur strategis tersebut akan mulai ditingkatkan secara bertahap sesuai kesepahaman yang telah dicapai kedua negara.

“Tidak akan ada biaya yang dikenakan kepada pemohon selama 60 hari, dan biaya ini akan ditanggung oleh Iran,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang dikutip Holopis.com.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari implementasi Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Rabu malam (17/6/2026).

Kesepakatan itu disebut dirancang untuk membuka jalan menuju penghentian konflik yang terjadi antara Washington dan Teheran dalam beberapa bulan terakhir. Pakistan yang berperan sebagai mediator kemudian mengumumkan bahwa memorandum tersebut telah resmi berlaku.

Dalam dokumen itu, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran internasional. Sebagai bagian dari komitmen yang sama, Amerika Serikat juga mulai melonggarkan blokade angkatan laut yang sebelumnya diterapkan terhadap Iran.

- Advertisement -

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan rincian teknis terkait pengaturan lalu lintas kapal nantinya akan diumumkan oleh Manajemen Perairan Teluk Persia.

“Mengenai masalah lain, termasuk pembersihan ranjau, langkah-langkah yang diperlukan akan diambil sesuai dengan Pasal 5 Nota Kesepahaman Islamabad,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain membuka akses pelayaran, memorandum juga mengatur dimulainya perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran. Kedua negara dijadwalkan menjalani proses negosiasi selama 60 hari dengan opsi perpanjangan apabila diperlukan.

Pembahasan tersebut akan mencakup sejumlah isu strategis, termasuk program nuklir Iran dan berbagai sanksi internasional yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

Langkah pembukaan kembali Selat Hormuz dipandang penting karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Stabilitas di wilayah itu selama ini menjadi perhatian banyak negara mengingat pengaruhnya terhadap distribusi minyak dan perdagangan global.

Kesepakatan terbaru ini sekaligus menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi kembali mendapat ruang di tengah ketegangan yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU