HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyambut positif tercapainya nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam pidatonya kepada rakyat Turkiye usai rapat kabinet mingguan pada Senin (15/6). Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi langkah penting menuju berakhirnya perang yang selama ini memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
“Tadi malam, sebuah langkah yang sangat penting telah diambil dalam perang yang dimulai pada 28 Februari dengan hasutan dan provokasi dari Israel,” kata Erdogan, dikutip Holopis.com, Rabu (16/6).
Erdogan mengatakan dunia kini telah menerima kabar bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran berhasil dicapai melalui jalur diplomasi.
“Diumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai untuk mengakhiri konflik antara Amerika dan Iran.”
Pemimpin Turkiye itu juga menyampaikan harapannya agar kesepakatan tersebut dapat mengakhiri penderitaan kemanusiaan yang timbul akibat perang, termasuk korban sipil yang berjatuhan selama konflik berlangsung.
“Kami percaya bahwa perang yang tidak masuk akal ini, yang telah menelan korban jiwa termasuk anak-anak yang tidak bersalah, kini telah berakhir.”
Lebih lanjut, Erdogan berharap kesepakatan yang telah dicapai dapat menjadi awal bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas dan stabilitas jangka panjang di kawasan.
“Kami berharap kesepakatan ini akan sepenuhnya membuka jalan menuju terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan kita.”
Sebelumnya, Iran dan AS dikabarkan telah memfinalisasi sebuah MoU pada Minggu (14/6) sebagai langkah awal untuk mengakhiri konflik. Dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Jenewa, Swiss, pada 19 Juni mendatang.
Setelah penandatanganan dilakukan, kedua negara diperkirakan akan melanjutkan perundingan terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS terhadap Teheran sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan damai yang lebih komprehensif.


