Lansia Indonesia Capai 34 Juta Jiwa, Penyakit Ini Paling Diwaspadai

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 34,08 juta jiwa pada 2025 atau sekitar 11,97 persen dari total populasi nasional.

Artinya, hampir 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia kini masuk dalam kelompok lansia. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor kesehatan, sekaligus menuntut kesiapan berbagai layanan publik agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat usia lanjut.

Seiring bertambahnya jumlah lansia, menjaga kualitas hidup di usia senja menjadi perhatian penting. Selain memperpanjang harapan hidup, upaya tersebut juga bertujuan agar para lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif dalam aktivitas sehari-hari.

Dilansir Holopis.com dari data Kementerian Kesehatan, Jumat (19/6/2026) menunjukkan beberapa penyakit yang paling sering ditemukan pada kelompok lansia antara lain hipertensi, diabetes, stroke, dan gagal ginjal. Bahkan, sekitar 63,5 persen peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berusia lanjut terdeteksi mengalami hipertensi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah memperkuat layanan kesehatan primer yang ramah lansia. Pada 2026, sebanyak 8.911 puskesmas ditargetkan memiliki layanan kesehatan khusus lansia. Selain itu, layanan perawatan jangka panjang juga disiapkan di 9.013 puskesmas di berbagai daerah.

Pemerintah juga terus mendorong deteksi dini penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, tercatat sekitar 6,8 juta lansia telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memantau kondisi kesehatannya.

- Advertisement -

Selain aspek pelayanan kesehatan, program penuaan aktif juga terus diperluas. Kegiatan seperti Sekolah Lansia, senam lansia, dan posyandu lansia menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa kelompok lansia memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.

“Lansia bukan beban, melainkan aset bangsa yang harus dijaga kesehatan, fungsi, dan martabatnya,” ujarnya.

Para lansia juga diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga setidaknya 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu, menjalani pemeriksaan kesehatan berkala, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta tetap aktif bersosialisasi guna menjaga kesehatan mental.

Dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahun, perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia di masa mendatang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU