JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kepala BGN Sudaryono menegaskan daerah dengan angka stunting tinggi harus menjadi prioritas Program Makan Bergizi Gratis agar bantuan gizi tepat sasaran dan berdampak nyata.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan daerah dengan angka stunting tinggi harus menjadi prioritas dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan agar intervensi gizi benar-benar tepat sasaran dan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Sudaryono, pemerintah tidak akan lagi membangun atau mengaktifkan SPPG secara merata, melainkan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Wilayah dengan tingkat stunting tinggi hingga sangat tinggi akan menjadi fokus utama pengembangan dapur MBG.
“Bagi daerah yang angka stuntingnya tinggi dan sangat tinggi, kami lihat apakah sudah ada dapur MBG atau belum. Kalau sudah ada, segera diaktifkan. Kalau belum, menjadi prioritas pembangunan sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 182 kabupaten/kota dengan status stunting sedang, 220 kabupaten/kota berkategori tinggi, serta 92 kabupaten/kota dengan tingkat stunting sangat tinggi.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan lokasi prioritas pembangunan SPPG.
Sudaryono mengungkapkan, tantangan pemenuhan gizi di Indonesia masih sangat besar.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 40 persen penduduk pada kelompok ekonomi terbawah masih mengalami kekurangan asupan kalori dan protein.
Akibatnya, diperkirakan sekitar 116 juta penduduk masih berada dalam kondisi kurang makan atau konsumsi energinya belum mampu memenuhi kebutuhan aktivitas harian.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting di berbagai daerah.
Bagi sektor pertanian, kebijakan ini membuka peluang semakin besarnya kebutuhan pasokan bahan pangan bergizi dari petani lokal.


