JAKARTA, Holopis.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dikabarkan telah menyetujui permohonan pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas keprajuritan setelah perwira tinggi bintang dua tersebut ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepastian itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (5/6/2026).
“Pengunduran diri Mayjen Trenggono dari dinas keprajuritan telah disetujui Panglima TNI,” kata Muhammad Nas.
Menurutnya, seluruh proses administrasi terkait pengunduran diri Trenggono telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan TNI.
Dengan persetujuan tersebut, Trenggono tidak lagi berstatus prajurit aktif saat menjalankan tugasnya di Badan Gizi Nasional. Langkah itu sekaligus menjawab berbagai polemik yang sempat muncul terkait penunjukan perwira aktif TNI pada jabatan sipil di luar institusi pertahanan dan keamanan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN dalam perombakan jajaran pimpinan lembaga yang dilakukan pada Selasa (2/6/2026).
Penunjukan itu dilakukan bersamaan dengan pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan dari jabatannya.
Trenggono sendiri bukan sosok baru di sektor pangan dan logistik nasional. Sebelum dipercaya masuk ke BGN, ia diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara dan sebelumnya mengemban tugas sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan.
Rencananya, Presiden Prabowo akan melantik Nanik Deyang dan Trenggono sebagai pimpinan baru BGN di Istana Negara pada Senin (8/6/2026).
Pergantian pimpinan BGN dilakukan di tengah sorotan publik terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul penetapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, serta Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Sonny Sonjaya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung.
Kehadiran Trenggono diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi dan mempercepat pembenahan internal BGN agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

