HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jorge Martin menatap paruh kedua MotoGP 2026 dengan penuh optimisme. Pembalap Aprilia itu percaya persaingan memperebutkan gelar juara dunia akan semakin ketat karena jarak poin antarkandidat masih sangat tipis.
MotoGP kembali bergulir akhir pekan ini di Sirkuit Silverstone, Inggris, setelah jeda musim panas. Martin datang dengan status pemuncak klasemen sementara pada musim terakhirnya bersama Aprilia.
Pebalap asal Spanyol itu unggul 14 poin atas Ai Ogura yang berada di posisi kedua. Sementara Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio juga masih berada dalam jalur perebutan gelar dengan selisih maksimal 24 poin dari Martin.
Situasi tersebut membuat Martin yakin persaingan menuju juara dunia belum akan ditentukan dalam waktu dekat.
“Jeda musim panas kali ini benar-benar sangat positif. Saya bisa beristirahat, tetapi juga banyak berlatih dan menyelesaikan tantangan bersepeda bersama teman-teman, sesuatu yang sudah lama ingin saya lakukan,” kata Martin seperti dikutip Holopis.com dari Crash.net, Sabtu (8/8/2026).
“Saya sudah tidak sabar kembali ke lintasan bersama Aprilia dan bekerja lagi dengan tim. Kami akan menghadapi paruh kedua musim yang sangat menarik. Kami akan berusaha memberikan 100 persen kemampuan kami.”
Silverstone Simpan Kenangan Manis
MotoGP Inggris menjadi balapan pertama setelah libur musim panas, dan Silverstone termasuk salah satu sirkuit yang paling disukai Martin.
Pebalap berusia 28 tahun itu berharap bisa memulai kembali perjuangan mempertahankan posisi puncak klasemen dengan hasil maksimal di lintasan yang memiliki banyak kenangan baginya.
“Kami sekarang menuju Silverstone, sirkuit yang sangat saya sukai dan menyimpan banyak kenangan indah bagi saya. Saya berharap bisa memberikan kebahagiaan besar kepada para penggemar.”
Martin juga ingin melanjutkan tren positif Aprilia di Silverstone. Musim lalu, Marco Bezzecchi berhasil membawa motor RS-GP meraih kemenangan di MotoGP Inggris.
Momentum Jaga Puncak Klasemen
Meski masih memimpin klasemen sementara, performa Martin sempat mengalami penurunan menjelang jeda musim panas.
Setelah tampil dominan dengan memenangi sprint race dan balapan utama di Le Mans, ia hanya mampu finis di podium sebanyak tiga kali dalam 12 balapan berikutnya.
Karena itu, MotoGP Inggris menjadi kesempatan penting bagi Martin untuk kembali menemukan performa terbaik sekaligus menjaga jarak dari empat rival terdekat yang masih berpeluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
Dengan selisih poin yang belum terlalu jauh, setiap seri pada paruh kedua musim diperkirakan akan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara dunia.


