Kepala BGN Sudaryono Terapkan Zero Tolerance Keracunan – Penyimpangan, Copot 137 Kepala Dapur Program MBG

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMKepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil langkah tegas dalam memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa di SMK Negeri 6 Semarang. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah prinsip zero tolerance terhadap setiap bentuk kelalaian dalam penyelenggaraan program.

Sudaryono menegaskan, keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak, balita, dan ibu hamil, merupakan tanggung jawab utama negara yang tidak boleh dikompromikan.

“Tugas mendasar negara adalah merawat dan melindungi warganya. Tidak boleh ada ruang untuk kelalaian, apalagi jika itu menyangkut kesehatan anak-anak kita, balita, dan ibu hamil,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Ia memastikan insiden yang terjadi di Semarang menjadi momentum evaluasi total bagi pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia. Bahkan, setiap kejadian serupa ke depan akan diperlakukan sebagai Kejadian Fatal.

“Menyikapi insiden di SMK Negeri 6 Semarang, saya pastikan ini adalah kasus pertama dan terakhir semenjak saya memimpin Badan Gizi Nasional. Mulai hari ini, setiap kasus keracunan resmi berstatus sebagai Kejadian Fatal. Kami menerapkan zero tolerance,” tegasnya.

Sebagai bentuk penegakan disiplin, BGN akan langsung menghentikan operasional dapur yang terbukti bermasalah, melakukan investigasi menyeluruh, sekaligus mencopot pimpinan dapur tersebut.

- Advertisement -

Sudaryono mengungkapkan, hingga saat ini BGN telah memberhentikan 137 Kepala Dapur di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya penegakan standar operasional.

“Setiap dapur yang bermasalah akan langsung kami suspend, diinvestigasi mendalam, dan pimpinannya dicopot. Kami telah memberhentikan 137 Kepala Dapur di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat, Lampung, hingga Jawa Tengah. Ini akibat tindakan indisipliner, riwayat kelalaian, hingga pelanggaran integritas,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG harus dijaga melalui sistem pengawasan yang ketat, bukan hanya mengandalkan rasa saling percaya.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Namun, sekadar percaya tidaklah cukup. Trust is good, but control is better,” katanya.

Karena itu, BGN kini memperkuat mekanisme pengawasan di seluruh dapur penyedia makanan agar setiap hidangan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar gizi sekaligus aman untuk dikonsumsi.

“Kami sedang dan akan terus memperketat sistem pengawasan. Memastikan setiap porsi makanan yang tersaji bukan hanya bernutrisi, tapi mutlak aman,” pungkas Sudaryono.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU