Boyamin Minta Kejagung Usut Pejabat Tinggi BGN yang Diduga Punya 20 SPPG

0 Shares

JAKARTA, Holopis.comKoordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Kejaksaan Agung untuk memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang saat ini telah menjerat tiga tersangka.

Menurut Boyamin, penyidik tidak boleh berhenti pada penetapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Sonny Sonjaya. Ia menilai masih ada pihak lain yang patut diperiksa terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya Boyamin Saiman, Koordinator MAKI. Kami minta Kejaksaan Agung mengembangkan penyidikan dugaan korupsi BGN yang telah menetapkan tiga tersangka dengan menambah setidaknya minimal satu lagi tersangka,” kata Boyamin dalam video pernyataannya, Sabtu (6/6/2026).

Boyamin mengaku memperoleh informasi mengenai seorang pejabat tinggi yang diduga memiliki sekitar dua puluh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang menjadi bagian dari ekosistem program MBG.

Menurutnya, jika informasi tersebut benar, kondisi itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena pejabat yang bersangkutan memiliki fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program.

“Pejabat yang tinggi juga, dari teman saya, diduga punya dua puluhan SPPG atau dua puluhan dapur umum. Yang mana itu mestinya tidak boleh, karena dia fungsi oknum pejabat eselon satu ini, tingkat tinggi ini, justru fungsinya pengawasan,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menilai pejabat tersebut seharusnya menjalankan fungsi kontrol dan pencegahan terhadap potensi penyimpangan, bukan justru diduga terlibat dalam aktivitas yang dapat menimbulkan benturan kepentingan.

“Nah, mestinya dia ngawasi, jangan sampai ada dugaan penyimpangan-penyimpangan. Padahal penyimpangannya jelas diduga ada sejak awal berkaitan pimpinan-pimpinan BGN punya afiliasi dengan SPPG, juga berkaitan dengan pengadaan-pengadaan yang diduga terjadi penyimpangan-penyimpangan,” katanya.

Boyamin bahkan menduga banyak penyimpangan yang tidak terdeteksi sejak awal karena pejabat tersebut tidak menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal.

“Lah mestinya, pejabat tinggi ini malah melakukan pengawasan untuk mencegah semua. Tapi diduga yang bersangkutan malah tidak melakukan tugasnya untuk mengawasi, dan diduga banyak penyimpangan karena dia konflik kepentingan. Karena dia punya dua puluhan dapur umum,” tuturnya.

Siapkan Laporan Resmi ke Kejagung

Sebagai tindak lanjut, Boyamin menyatakan akan segera mengirimkan laporan resmi kepada Kejaksaan Agung. Laporan tersebut, kata dia, akan dilengkapi identitas pejabat yang dimaksud beserta data lokasi SPPG yang diduga terkait.

“Saya akan melaporkan resmi kepada Kejaksaan Agung dengan surat resmi dilengkapi nama yang bersangkutan dan juga dapur umumnya di mana yang dua puluhan tadi, dan juga fungsi jabatannya,” ungkapnya.

Boyamin menegaskan akan terus mengawal proses hukum tersebut. Bahkan, apabila laporannya tidak ditindaklanjuti, MAKI mempertimbangkan menempuh jalur praperadilan untuk mendorong keterbukaan penyidikan.

“Kalau ini tidak ditindaklanjuti, maka ya seperti biasa saya gugat ke praperadilan untuk membuka siapa nama orang itu dan termasuk dugaan penyimpangannya memiliki dua puluhan dapur umum atau SPPG,” tegasnya.

Ia berharap Kejaksaan Agung dapat segera menelusuri informasi tersebut guna memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara korupsi BGN diproses secara hukum tanpa pandang bulu.

“Menurut saya, pejabat ini harusnya ngawasi malah tidak ngawasi, malah dia diduga memiliki dua puluhan dapur umum itu,” pungkas Boyamin.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa dalam polemik BGN, Kejaksaan Agung telah menangkap dan menetapkan 3 (tiga) orang tersangka. Mereka adalah ; mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan wakil Kepala BGN yakni ; Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Sementara itu, sebelum Presiden Prabowo Subianto mencopot ketiganya hingga dicokok oleh Kejaksaan Agung, formasi pimpinan BGN adalah ;

Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, serta Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala BGN.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU