HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hamas mengungkapkan pihaknya saat ini tengah melakukan konsultasi dengan para mediator terkait sejumlah usulan untuk melanjutkan fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan pembahasan tersebut difokuskan pada upaya mencari jalan keluar yang memungkinkan proses gencatan senjata berlanjut ke tahap berikutnya.
“Konsultasi ini membahas pendekatan yang masuk akal untuk memfasilitasi transisi menuju fase berikutnya dari perjanjian,” ujar Qassem dalam pernyataan persnya, dikutip Holopis.com, Minggu (31/5).
Meski begitu, Hamas belum mengungkap detail lebih lanjut mengenai isi usulan yang sedang dibicarakan bersama para mediator.
Dalam kesempatan yang sama, Hamas juga menuding Israel tidak menjalankan seluruh poin dalam kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui sebelumnya.
Qassem meminta para mediator mengambil langkah yang lebih tegas terhadap perkembangan situasi di Gaza.
“Hamas menyerukan kepada para mediator untuk mengambil sikap yang jelas dan menekan Israel agar memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian tersebut,” katanya.
Kelompok itu juga mendesak komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, agar turun tangan dalam mendukung implementasi gencatan senjata.
Menurut Hamas, eskalasi yang terus berlangsung berpotensi memperburuk kondisi kemanusiaan dan keamanan di Jalur Gaza.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya telah menginstruksikan militer Israel untuk memperluas kontrol wilayah di Gaza dari 60 persen menjadi 70 persen. Dalam beberapa hari terakhir, serangan udara Israel di Gaza juga dilaporkan meningkat.
Sumber Palestina menyebut serangan menyasar kawasan permukiman, tenda pengungsi, hingga sejumlah fasilitas lain di berbagai wilayah Gaza.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, sebanyak 929 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025. Jumlah korban tewas sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023 kini disebut mencapai 72.938 jiwa.


