JAKARTA, Holopis.com – Makanan MBG kini bisa dinilai real time oleh guru dan posyandu lewat aplikasi baru, pengawasan SPPG makin ketat dan transparan di seluruh daerah.
Program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional resmi meluncurkan sistem pengawasan terbaru berbasis aplikasi bernama Review Menu MBG (Organoleptik).
Sistem ini langsung mengubah cara monitoring makanan di lapangan dari yang tadinya manual, kini serba cepat, digital, dan bisa dilaporkan saat itu juga.
Aplikasi ini memungkinkan guru sekolah hingga petugas posyandu untuk langsung memberikan penilaian begitu makanan diterima penerima manfaat.
Nggak cuma sekadar “enak atau tidak enak”, tapi penilaian dibuat detail mulai dari aroma, tampilan, rasa, variasi menu, sampai ketepatan waktu distribusi.
Artinya, setiap piring makanan yang dibagikan kini benar-benar “diawasi dari dekat” oleh pihak yang setiap hari bersentuhan langsung dengan penerima manfaat.
Data terbaru per 23 Mei 2026 mencatat sudah ada 1.707 laporan yang masuk melalui aplikasi ini.
Dan hasilnya cukup bikin lega dimana 99,88% laporan menyebut makanan layak konsumsi dan hanya 2 laporan yang menyatakan tidak layak.
Selain itu, ketepatan distribusi makanan juga tergolong tinggi, mencapai 97,95%.
Ini menunjukkan sistem distribusi MBG berjalan cukup stabil di banyak daerah.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa keterlibatan guru dan posyandu bukan tanpa alasan.
Mereka dianggap paling dekat dengan kondisi nyata di lapangan.
Dengan sistem digital ini, laporan bisa masuk secara instan tanpa harus menunggu rekap manual seperti dulu.
Dengan hadirnya aplikasi ini, satuan penyelenggara program di lapangan atau SPPG kini berada dalam pengawasan yang jauh lebih ketat.
Setiap keterlambatan, perubahan kualitas, hingga ketidaksesuaian menu bisa langsung terekam dalam sistem.
Ini sekaligus jadi sinyal bahwa program MBG tidak lagi hanya fokus pada distribusi, tapi sudah masuk ke tahap quality control berbasis data real-time.

