KAI Tutup Perlintasan Liar Tebet-Cawang Usai Sering Nyaris Makan Korban

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta resmi menutup perlintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang. Langkah itu demi mencegah kecelakaan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Penutupan dilakukan di area RT 01 dan RT 03 dengan jarak antarlintasan sekitar 50 meter. Lokasi itu selama ini sering digunakan pejalan kaki dan pengendara motor untuk melintas secara ilegal.

Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, menjelaskan penutupan perlintasan liar merupakan agenda rutin yang terus dilakukan setiap tahun karena tingginya risiko kecelakaan di jalur kereta.

“Sebenarnya kita sudah punya program setiap tahun ada penutupan perlintasan liar karena dari pengalaman setiap hari nih hampir ada tabrakan, bukan tabrakan ya orang-orang nabrak kereta,” kata Deddy kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (14/5/2026).

Menurut Deddy, banyak masyarakat masih salah memahami insiden di rel kereta. Ia menegaskan kereta api tidak mungkin menghindar ketika ada kendaraan atau orang menerobos lintasan.

“Karena ini juga perlu informasikan ke media, di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta, itu adalah kebalikannya orang yang nabrak kereta karena kereta gak bisa menghindar gitu ya,” ujar Deddy.

- Advertisement -

KAI menilai langkah penutupan menjadi solusi paling realistis demi keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar.

Meski demikian, Deddy menyampaikan pihaknya tak memiliki kewenangan menyediakan akses pengganti bagi warga terdampak penutupan lintasan liar tersebut.

“Di KAI itu tidak ada solusi, solusi hanya nutup aja untuk keamanan kereta api. Sedangkan solusi untuk fasilitas warga itu adalah kewenangan yang lain, seperti di Dishub dan pemda,” jelas Deddy.

Dia bilang KAI akan aktif terus melakukan koordinasi soal penutupan perlintasan liar.

Program penertiban itu juga mendapat dukungan dari aparat wilayah setempat. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Samtopri, mengatakan perlintasan liar di kawasan tersebut memang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Ini kan minggu yang lalu sudah diinfokan ke kami. Saya rasa program ini bagus ya baik. Karena saya lihat perlintasan yang ini terlalu rapat,” kata Samtopri.

Ia menjelaskan sedikitnya terdapat lima titik perlintasan liar yang biasa digunakan warga untuk melintas menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki.

“Ada kurang lebih 5 titik itu perlintasannya dilintasi oleh pejalan kaki dan sepeda motor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Samtopri mengajak masyarakat mendukung langkah penertiban demi keselamatan bersama.

“Jadi kita sampaikan kepada masyarakat, bahwasanya program ini adalah untuk kebaikan kita semua,” tuturnya.

Penutupan lintasan liar ini diharapkan bisa menekan potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di jalur padat kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU