Fakta dan Mitos Biological Clock, Ini Penjelasan Medis dan Psikologis yang Disalahpahami

0 Shares

Menurut penjelasan Psikolog Klinis Sri Mulyani Nasution, kesiapan menikah sangat erat kaitannya dengan kematangan emosi, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki. Hal ini penting karena pernikahan berarti hidup berdampingan dengan orang lain dalam jangka panjang, bahkan setiap hari.

“Yang namanya ideal itu ada rentangnya, tapi yang jelas terkait dengan kedewasaan. Sejauh mana seseorang bisa hidup berdampingan dengan pasangan, apalagi setiap hari bertemu. Itu berbeda dengan masa remaja,” jelas Psikolog Sri Mulyani, dikutip Holopis.com.

Ia menyebutkan bahwa pernikahan sebaiknya dimulai ketika seseorang sudah memasuki fase dewasa, di mana emosi cenderung lebih stabil dan kemampuan mengendalikan diri lebih baik.

“Kalau sudah dewasa, biasanya lebih kalem, lebih bisa mengendalikan emosi. Jadi penyesuaian dengan pasangan, meskipun tidak mudah, bisa lebih stabil,” ujarnya.

Selain aspek emosional, kesiapan ekonomi juga menjadi faktor penting, terutama bagi laki-laki sebagai pencari nafkah dalam banyak konteks sosial.

“Kesiapan ekonomi juga penting, terutama dari laki-laki. Itu biasanya baru mulai terlihat setelah seseorang bekerja, sering kali setelah lulus kuliah,” katanya.

- Advertisement -

Dalam psikologi, usia 21 tahun umumnya sudah masuk dalam kategori dewasa awal, di mana kondisi emosional mulai lebih stabil. Namun, untuk kesiapan yang lebih menyeluruh, termasuk ekonomi, banyak orang baru mencapainya di usia pertengahan 20-an.

“Secara psikologi, usia 21 sudah masuk dewasa awal. Tapi untuk laki-laki, stabilitas ekonomi biasanya baru mulai terbentuk di usia sekitar 25 atau 26 tahun,” jelasnya.

Kesiapan menikah juga berkaitan erat dengan kesiapan menjadi orang tua. Menurutnya, kehamilan dan proses melahirkan bukan hal yang mudah, sehingga perlu kesiapan mental yang matang.

“Ketika punya anak, harus siap secara emosional. Kalau belum siap, bisa berisiko mengalami baby blues syndrome. Belum lagi kesiapan menghadapi perubahan hidup setelah punya anak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa menikah dalam kondisi emosi yang belum stabil dapat membuat proses adaptasi menjadi lebih sulit. Selain itu, menikah terlalu lama ditunda juga memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait perencanaan hidup jangka panjang.

“Bukan soal expired, tapi jangan sampai terlalu tua. Harus dipikirkan juga, ketika anak masih sekolah atau kuliah, orang tua sudah memasuki masa pensiun,” katanya.

Faktor fisik juga menjadi pertimbangan, terutama dalam mengasuh anak.

“Ketika anak lahir, orang tua harus masih punya energi untuk mengasuh. Jangan sampai jarak usia terlalu jauh, karena nanti akan sulit memahami dunia anak yang sudah berbeda generasi,” jelasnya.

Menurutnya, perbedaan generasi yang terlalu jauh dapat menciptakan kesenjangan dalam pola pikir dan komunikasi antara orang tua dan anak.

Apakah Hanya Rahim yang Memiliki Biological Clock?

Meski istilah biological clock lebih sering dikaitkan dengan perempuan, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa faktor usia pada laki-laki turut memengaruhi kualitas reproduksi. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal World Journal of Men’s Health menunjukkan bahwa peningkatan usia berkaitan dengan penurunan kualitas semen serta meningkatnya fragmentasi DNA sperma.

Temuan serupa juga diungkap dalam berbagai penelitian lain yang menyebut bahwa kualitas sperma, termasuk motilitas dan integritas DNA, cenderung menurun seiring bertambahnya usia, yang pada akhirnya dapat memengaruhi keberhasilan pembuahan dan kualitas embrio.

Hal ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kesuburan dan kehamilan tidak hanya berkaitan dengan satu pihak, melainkan melibatkan kondisi kesehatan kedua pasangan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU