JAKARTA, HOLOPIS.COM – Koordinator SIAGA 98 Hasanuddin menilai belum ada sinyal kuat mengenai pergantian Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikan Hasanuddin di tengah kembali mengemukanya wacana mengenai waktu yang tepat untuk mengganti Kapolri serta sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi menjadi penggantinya.
Menurut Hasanuddin, pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto yang harus didasarkan pada kepentingan bangsa dan negara secara menyeluruh, bukan semata-mata karena tekanan opini atau satu peristiwa tertentu.
“Namun, pergantian Kapolri tidak dapat dipandang hanya dari satu peristiwa atau tekanan opini sesaat. Keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden yang harus didasarkan pada kepentingan bangsa dan negara secara menyeluruh,” kata Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Hasanuddin menilai, Jenderal Listyo Sigit memiliki catatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berlangsung relatif aman dan kondusif.
Ia menyebut stabilitas tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan nasional. Di era pemerintahan Presiden Prabowo, kata Hasanuddin, Kapolri juga beberapa kali memperoleh apresiasi atas kinerja Polri dalam mendukung program-program pemerintah.
Dari sisi administratif, Hasanuddin menilai belum terdapat faktor mendesak yang mengharuskan pergantian Kapolri. Ia menyebut usia dan masa dinas Jenderal Listyo Sigit masih relatif panjang, terlebih dengan adanya perubahan ketentuan usia pensiun dalam revisi Undang-Undang Polri.
“Karena itu, apabila wacana pergantian hanya didasarkan pada peristiwa yang dikaitkan dengan “Febri Adryansah”, langkah tersebut berpotensi dinilai terlalu reaktif,” ujarnya.
Menurut Hasanuddin, institusi Polri membutuhkan kepemimpinan yang ditentukan berdasarkan pertimbangan objektif dan komprehensif.
“Institusi sebesar Polri memerlukan kepemimpinan yang dijaga melalui pertimbangan objektif, bukan semata-mata respons terhadap dinamika sesaat,” katanya.
Sejumlah Nama Disebut Berpotensi Gantikan Listyo Sigit
Di sisi lain, Hasanuddin mengakui sejumlah nama perwira tinggi Polri telah beredar sebagai kandidat pengganti Kapolri apabila Presiden sewaktu-waktu memutuskan melakukan regenerasi kepemimpinan.
Nama-nama tersebut di antaranya Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Irjen Pol. Rudi Darmoko, hingga Komjen Pol. Karyoto yang belakangan semakin sering disebut.


