Fakta dan Mitos Biological Clock, Ini Penjelasan Medis dan Psikologis yang Disalahpahami

0 Shares

Sementara membahas risiko, Dokter Ika mengatakan ada dua risiko yang bisa dihadapi dalam kehamilan di usia lanjut, yaitu risiko untuk bayi dan janin. Dari sisi medis, risiko kehamilan memang mulai meningkat setelah usia 35 tahun, namun batas yang lebih signifikan biasanya terjadi di usia 40 tahun. Risiko ini terbagi menjadi dua, yaitu pada ibu dan pada janin.

“Risiko janin berkaitan dengan kualitas sel telur, sedangkan risiko ibu dipengaruhi kondisi kesehatan seperti metabolic syndrome, misalnya obesitas, tekanan darah tinggi, atau kolesterol,” jelas Dokter Ika.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Dalam kondisi tertentu, komplikasi bisa berdampak serius, seperti bayi lahir prematur atau gangguan pada ibu.

Apakah Semua Perempuan Memiliki Risiko yang Sama?

Meski demikian, tidak semua perempuan pasti mengalami risiko tersebut. Gaya hidup tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kondisi kesehatan selama kehamilan.

“Pola hidup sehat itu penting, seperti makan sehat, tidak terlalu banyak konsumsi gula, dan olahraga, karena itu memengaruhi metabolisme tubuh,” katanya.

Untuk perempuan yang merencanakan kehamilan, asupan seperti asam folat dan vitamin D juga dianjurkan sebagai persiapan. Dengan perkembangan teknologi seperti IVF, peluang kehamilan tetap terbuka, termasuk bagi perempuan yang menunda memiliki anak. Namun, tetap ada batasan biologis yang perlu diperhatikan.

- Advertisement -

“Teknologi bisa membantu, misalnya dengan menyimpan sel telur. Tapi tubuh tetap punya batas, rahim harus dalam kondisi sehat untuk menerima kehamilan,” jelasnya.

Ia juga meluruskan salah satu persepsi yang masih sering keliru di masyarakat, yaitu anggapan bahwa kehamilan di atas usia 40 tahun harus selalu dilakukan melalui operasi.

“Kalau kondisinya sehat, sebenarnya tetap bisa melahirkan normal. Tidak selalu harus operasi,” tegasnya.

Pemahaman yang tepat mengenai jam biologis menjadi penting agar perempuan dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi medis dan kesiapan diri, bukan semata karena tekanan atau persepsi yang belum tentu benar.

Bagaimana Persiapan Membangun Keluarga dari Sisi Psikologi?

Pembahasan soal usia ideal pernikahan tentu saja tidak hanya dilihat dari sisi biologis, tetapi juga dari kesiapan psikologis dan sosial. Dalam perspektif psikologi, tidak ada satu angka pasti yang bisa dijadikan patokan, melainkan rentang usia yang berkaitan dengan tingkat kedewasaan seseorang.

Lanjut ke halaman berikutnya >>>

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU