HOLOPIS.COM, JAKARTA – Umat Kristiani di seluruh dunia kini memasuki masa Pekan Suci, rangkaian hari paling sakral dalam kalender gereja. Salah satu momen penting yang menjadi sorotan adalah Kamis Putih, yang menandai dimulainya hari-hari penentuan sebelum perayaan Paskah.
Kamis Putih diperingati sebagai hari untuk mengenang Perjamuan Malam Terakhir yang dipimpin oleh Yesus Kristus bersama para murid-Nya. Peristiwa ini menjadi dasar dari tradisi Ekaristi atau perjamuan kudus yang hingga kini masih dilakukan dalam misa atau kebaktian di berbagai gereja.
Salah satu ritual khas yang selalu dilakukan pada Kamis Putih adalah pembasuhan kaki oleh pastor kepada umat. Tradisi ini menjadi simbol kerendahan hati dan pelayanan, meneladani tindakan Yesus yang membasuh kaki para murid-Nya.
Kamis Putih juga menjadi pembuka rangkaian Pekan Suci yang sarat makna spiritual. Dalam tradisi gereja, Pekan Suci menggambarkan perjalanan sengsara, wafat, hingga kebangkitan Yesus.
Adapun rangkaian Pekan Suci terdiri dari beberapa tahap penting. Dimulai dari Minggu Palma, yang memperingati kedatangan Yesus ke Yerusalem dan disambut layaknya raja. Kemudian Kamis Putih sebagai momen Perjamuan Terakhir.
Setelah itu, umat Kristiani memperingati Jumat Agung, hari ketika Yesus diadili, disalibkan, hingga wafat. Lalu dilanjutkan Sabtu Suci, yang menggambarkan masa penantian sebelum kebangkitan.
Puncaknya adalah Minggu Paskah, yang menjadi simbol kemenangan kehidupan atas kematian, ketika Yesus bangkit dari antara orang mati.
Melalui rangkaian ini, umat Kristiani diajak untuk merenungkan nilai pengorbanan, kasih, dan harapan. Kamis Putih pun bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya melayani sesama dengan tulus.
Dengan dimulainya Kamis Putih, umat di seluruh dunia bersiap memasuki momen refleksi yang mendalam, sekaligus merayakan harapan baru yang berpuncak pada Paskah.


