HOLOPIS.COM, JAWA BARAT – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperkenalkan strategi inovatif berupa pemberian insentif agar pengemudi transportasi tradisional bersedia “libur” demi kelancaran arus lalu lintas.
Dalam kunjungan kerja di Cirebon pada Sabtu 14 Maret 2026, Menhub menyerahkan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang kepada 557 pengemudi becak, ojek, dan angkot. Langkah ini diambil untuk menekan “hambatan samping” di titik-titik krusial jalur Pantura yang kerap menjadi penyebab utama penyempitan arus kendaraan.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini memberikan dukungan nyata bagi pengemudi transportasi tradisional agar mereka bisa beristirahat di rumah selama masa puncak mudik, sekaligus membantu petugas menjaga kelancaran jalan,” ujar Menhub Dudy.
Selain “membayar” pengemudi untuk libur, pemerintah juga mendorong optimalisasi kebijakan Work From Anywhere (WFA). Mengingat puncak mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, masyarakat diharapkan tidak lagi bertumpu pada satu hari keberangkatan. Berdasarkan data Jasa Marga, saat ini pergerakan kendaraan sudah mulai merangkak naik sebesar 14 persen dari hari normal.
Namun, perhatian pemerintah tidak hanya pada kelancaran, tetapi juga pada fenomena sosial yang berisiko. Menhub secara tegas meminta penghentian aktivitas warga mencari koin di jalur Pantura, khususnya kawasan Kalisewo, Indramayu.
“Kami sangat mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita di Kalisewo. Dengan volume kendaraan yang sangat padat nantinya, aktivitas tersebut sangat berbahaya bagi nyawa mereka maupun keamanan pengguna jalan,” tegasnya.
Peninjauan kesiapan ini kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju Subang untuk memastikan setiap rambu dan fasilitas keselamatan berfungsi optimal. Menhub Dudy menekankan bahwa kombinasi antara kebijakan teknologi seperti WFA, intervensi sosial melalui kompensasi pengemudi, dan pengawasan ketat di lapangan adalah kunci sukses Angkutan Lebaran 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Direktur Jenderal perhubungan, Bupati Cirebon Imron, serta perwakilan Angkasa Pura. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman mudik yang tidak hanya selamat dan lancar, tetapi juga lebih manusiawi bagi seluruh pihak yang terlibat.


