HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait konflik dengan Iran. Ia mengklaim bahwa perang yang melibatkan AS dan Israel kemungkinan akan segera berakhir karena sebagian besar target militer Iran sudah dihancurkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan media AS Axios pada Rabu. Dalam wawancara itu, Trump menegaskan bahwa keputusan untuk menghentikan perang sepenuhnya berada di tangannya sebagai presiden.
“Kapan pun saya ingin perang berakhir, maka perang akan berakhir,” kata Trump seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis, (12/3/2026).
Trump juga menilai operasi militer yang dijalankan AS berjalan jauh lebih cepat dari rencana awal. Ia bahkan mengklaim kerusakan yang dialami Iran jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
“Perang berjalan dengan baik. Kita jauh lebih cepat dari jadwal. Kita telah menimbulkan kerusakan lebih besar dari yang kita duga, bahkan dalam periode minggu awal,” ujar Trump.
Menurutnya, intensitas serangan militer yang dilakukan pasukan AS-Israel sudah menghancurkan sebagian besar fasilitas strategis Iran. Dengan demikian, hampir tidak ada lagi target penting yang tersisa.
Trump bahkan menyebut bahwa praktis tak ada lagi yang tersisa untuk dibom oleh militer AS. Meski demikian, pemerintah Washington belum memberikan jadwal pasti kapan operasi militer tersebut akan dihentikan.
Sementara itu, sekutu utama AS, Israel, menunjukkan sikap yang berbeda. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlangsung tanpa batas waktu hingga seluruh tujuan tercapai.
“Operasi akan berlanjut tanpa batas waktu, selama diperlukan, sampai kita mencapai semua tujuan dan meraih kemenangan dalam kampanye ini,” kata Katz, menurut laporan The Times of Israel.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun Trump menyebut perang hampir berakhir, Israel tetap bersiap melanjutkan operasi militer dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Di sisi lain, pemerintah Iran memberikan respons berbeda terhadap klaim kemenangan dari Washington.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa Teheran memiliki sejumlah syarat sebelum menyetujui penghentian konflik.
Ia menuntut kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer yang dilakukan AS dan Israel. Selain itu, Iran juga meminta adanya jaminan internasional yang kuat agar negara tersebut tidak kembali diserang di masa depan.
Pezeshkian menegaskan bahwa keamanan dan kedaulatan Iran harus dijamin sebelum kesepakatan gencatan senjata dapat disepakati.
Meskipun Trump optimistis bahwa perang akan segera berakhir, situasi di lapangan masih menyisakan banyak ketidakpastian.


