HOLOPIS.COM, JAKARTA – Istana Kepresidenan melalui Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (4/3), pemerintah memaparkan capaian terbaru program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut.
Program ini menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pemerintah menilai perluasan cakupan dilakukan secara bertahap dengan penguatan infrastruktur layanan di berbagai daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 61.239.037 penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” papar Qodari.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, sebanyak 24.443 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di sejumlah wilayah.
Selain itu, 32.869 tenaga SPPI dikerahkan guna memastikan standar operasional berjalan sesuai ketentuan.
“Sebanyak 8.700 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Program ini juga melibatkan 94.056 pemasok termasuk 38.938 UMKM,” lanjutnya.
Istana juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.
Untuk mencapai sasaran tersebut, jumlah SPPG akan ditingkatkan menjadi 32.000 unit agar cakupan distribusi semakin luas dan merata.
“Sekitar 70 persen belanja bahan pangan berasal dari produk lokal. Program ini tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa,” tambahnya.
Pemerintah menegaskan implementasi MBG akan terus diperkuat melalui pengawasan kualitas dan tata kelola yang lebih baik.
Dengan skema yang melibatkan ribuan UMKM dan pemasok lokal, program ini dirancang tidak hanya sebagai intervensi gizi nasional, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas di berbagai daerah.


