HOLOPIS.COM, JAKARTA – Deretan tiang monorel yang mangkrak di kawasan Senayan, Jakarta dalam tahap evaluasi sebelum diputuskan untuk dibongkar atau tidak. Tiang monorel terbengkalai di Senayan itu merupakan kewenangan Sekretariat Negara (Setneg).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pihaknya masih mengevaluasi soal keberadaan deretan tiang monorel yang mankrak di Senayan. Dia mengatakan koordinasi dilakukan dengan pihak terkait seperti Pemprov DKI Jakarta.
“Kebetulan minggu yang lalu kami berkoordinasi memang betul dari sisi kawasan Senayan adalah bagian dari kementerian sekretariat negara memang betul,” kata Pras, sapaan akrabnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip pada Selasa, (20/1/2026).
Pras menuturkan Setneg akan mengevaluasi tiang monorel di Senayan setelah proses pembongkaran di Kuningan yang dilakukan Pemprov DKI rampung. Namun, ia menekankan untuk saat ini belum ada rencana untuk membongkar tiang monorel di area Senayan.
“Nanti kami mohon waktu segera kami koordinasikan setelah proses di Kuningan selesai. Kita evaluasi hasilnya seperti apa,” tutur Pras.
Pemprov DKI sudah mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sebanyak 109 tiang monorel mangkrak dibongkar sebagai bagian penataan kota di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Gubernur DKI Pramono Anung pun menjawab tiang monorel di kawasan Senayan. Dia mengatakan kawasan itu kewenangan Setneg dan akan dikoordinasikan.
Menurut dia, Pemprov DKI ingin pemanfaatan sebagian tiang monorel di Senayan agar memiliki nilai ekonomi untuk daerah. Pemanfaatan itu misalnya untuk reklama hingga videotron.
“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar. Tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” kata Pramono di Jakarta, baru-baru ini.
Pramono menjelaskan, dengan pemanfaatan tiang monorel sebagai videotron dan media reklame bakal lebih bermanfaat dibandingkan membongkar seluruhnya. Sebab, dengan langkah itu bisa bermanfaat terhadap pemasukan daerah.


