Kronologi Lengkap Patwal RI 21 Viral! Aksi Pepet Mobil hingga Marahi Pengendara Berujung Minta Maaf

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kronologi lengkap patwal RI 21 viral usai diduga memepet dan memarahi pengendara di Senayan. Insiden berujung permintaan maaf lewat DM.

Insiden yang melibatkan petugas patroli dan pengawalan (patwal) kendaraan dinas berpelat RI 21 menjadi sorotan publik setelah video perselisihan dengan seorang pengendara mobil viral di media sosial.

Kejadian tersebut memicu perdebatan luas mengenai etika pengawalan kendaraan pejabat di jalan raya.

Peristiwa itu pertama kali diunggah oleh pengguna Instagram bernama Zilly Larasati.

Dalam unggahannya, ia menceritakan kronologi ketika sedang melintas di kawasan Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, dan telah mengantre untuk berbelok di sebuah persimpangan.

Menurut Zilly, dirinya sudah berada pada posisi yang benar dalam antrean bersama sejumlah kendaraan lain.

- Advertisement -

Saat hendak melanjutkan belokan, ia melihat rombongan patwal masih berada cukup jauh sehingga menganggap dirinya memiliki giliran untuk melintas.

Namun, situasi berubah ketika motor patwal yang mengawal kendaraan berpelat RI 21 tiba-tiba melaju kencang dari arah kanan.

Zilly mengaku mobilnya dipepet hingga membuatnya terkejut.

Ia juga mengaku mendapat teguran dengan nada tinggi dari petugas pengawal tersebut.

Dalam keterangannya di media sosial, Zilly menilai tindakan patwal tersebut membahayakan pengguna jalan lain.

Ia merasa dirinya justru dimarahi meski telah mengantre sesuai aturan dan tidak berniat menghalangi rombongan pejabat.

Video yang diunggah memperlihatkan Zilly turun dari mobil dan menyampaikan protes langsung kepada petugas.

Ia meminta agar aparat pengawal tidak bertindak semena-mena terhadap masyarakat hanya karena sedang mengawal kendaraan pejabat negara.

“Bapak jangan seenaknya sama masyarakat. Saya sudah antre dari tadi. Harusnya bapak yang mengurangi kecepatan,” ucap Zilly dalam video yang kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.

Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai beragam respons dari warganet.

Sebagian besar mempertanyakan prosedur pengawalan kendaraan pejabat, sementara lainnya meminta agar seluruh pihak tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan.

Tak lama setelah video tersebut menjadi perhatian publik, petugas patwal yang diketahui bernama Dimas menghubungi Zilly melalui pesan langsung (DM) Instagram.

Dalam pesannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengendara tersebut.

Dimas mengaku menyesali insiden tersebut dan berharap permintaan maafnya dapat diterima.

Ia juga menyampaikan apresiasi karena Zilly bersedia memaafkannya.

Menanggapi pesan itu, Zilly menerima permintaan maaf tersebut.

Meski demikian, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, keselamatan seluruh pengguna jalan harus menjadi prioritas tanpa memandang siapa yang sedang dikawal.

Dalam balasan berikutnya, Dimas kembali meminta maaf.

Ia menjelaskan bahwa nada suaranya terdengar keras karena menggunakan mikrofon yang tersambung ke pengeras suara saat melakukan pengawalan.

Ia menegaskan tidak memiliki niat memarahi ataupun merendahkan pengendara.

Sementara itu, kasus tersebut juga mendapat perhatian dari kepolisian.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan tengah melakukan pendalaman terhadap viralnya video yang memperlihatkan dugaan aksi pemepetan kendaraan oleh patwal RI 21 untuk memastikan kronologi lengkap dan mengevaluasi tindakan petugas di lapangan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya profesionalisme petugas pengawalan dalam menjalankan tugas, sekaligus menjaga keselamatan dan menghormati hak pengguna jalan lainnya agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronald Steven
Gesha Yuliani Nattasya, Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU