HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) hingga saat ini masih melanda wilayah Pulau Jawa hingga Pulau Kalimantan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, laporan kejadian pertama adalah karhutla di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
“Lahan seluas kurang lebih dua hektar terbakar. Lokasi kejadian berada di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (16/7).
Abdul memastikan BPBD Kabupaten Mojokerto telah melakukan asesmen dengan lintas instansi dilanjutkan pemadaman menggunakan 2 unit fire pumper dan 2 unit water supply. Api berhasil dipadamkan setikar pukul 17.45 WIB.
Karhutla kemudian juga terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Lahan yang terbakar tersebar di empat kelurahan yakni 7,6 hektare di Kelurahan Cempaka, 5 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Timur, 0,2 hektare di Kelurahan Guntung Manggis, dan 2 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Total lahan terbakar adalah 14,8 hektare.
“Lahan terbakar di seluruh lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan,” imbuhnya.
Abdul menjelaskan bahwa Provinsi Kalimantan sebelumnya telah menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku selama 121 hari terhitung mulai tanggal 6 Juli hingga 31 Oktober 2026.
Selanjutnya di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, kebakaran lahan melanda wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara pada Rabu (15/7). Kejadian tersebut berada di Desa Girimukti Kecamatan Penajam dengan luas lahan terbakar mencapai 2,42 hektare.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari DPKP Pos Penajam, DPKP Pos Petung, Brigade Karlabun Distan PPU, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Koramil Penajam, serta Kapospol Petung. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan dipastikan tidak ada perluasan titik api.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada bulan Juli 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada periode musim kemarau.
Beberapa wilayah di Indonesia memiliki hari tanpa hujan dengan tingkat menengah hingga ekstrem panjang di antaranya Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Abdul mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas.
“BNPB juga mengimbau kepada warga untuk dapat menghemat penggunaan air bersih pada musim kemarau ini,” imbaunya.


