HOLOPIS.COM, JAKARTA – Apakah Sobat Holopis pernah mengalami atau mendengar kalau siklus menstruasi bisa berubah menjadi sama dengan orang terdekat kita? Mengenai hal tersebut, ternyata ada penjelasan.
Untuk menjawab itu semua ternyata terdapat istilah menstrual synchrony atau sinkronisasi menstruasi yang merupakan kepercayaan populer di masyarakat, di mana ketika seorang perempuan sering menghabiskan waktu bersama, maka siklus menstruasi orang tersebut akan menjadi berdekatan atau bahkan sama.
Lalu, apakah hal tersebut secara ilmiah terbukti menjadi faktor utama samanya siklus menstruasi seseorang? Untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan di bawah ini.
Efek McClintock
Sinkronisasi menstruasi juga biasa dikenal sebagai efek Mclintock yang dipercaya jika seseoang menstruasi dan sering berinteraksi atau bersentuhan fisik dengan orang yang juga menstruasi, maka akan memengaruhi feromon yang menjadikan siklus haid terjadi secara bersamaan.
Dikutip Holopis.com dari Healthline, terdapat penelitian yang mengkaji Efek McClintock pada tahun 2003 terhadap 135 mahasiswa yang tinggal di asrama. Saat penelitian berlangsung, Martha McClintock mencatat waktu menstruasi setiap anak perempuan.
Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa saat seorang perempuan melakukan kontak fisik maka keduanya saling memengaruhi satu sama lain. Sehingga, kondisi tersebut membuat siklus datang bulan keduanya terjadi secara bersamaan. Hal ini dipengaruhi oleh Feromon yang merupakan senyawa alami dalam tubuh yang berkaitan dengan respons sosial dan seksual.
Bagaimana Pendapat Peneliti Modern?
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknoligi dengan aplikasi pelacak menstruasi digital, nyatanya data tersebut tidak mendukung bahwa sinkronisasi mentruasi benar-benar terjadi sebagaimana yang disimpulkan McClintock.
Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford bersama aplikasi pelacak menstruasi Clue juga menemukan bahwa kecil kemungkinan perempuan dapat saling memengaruhi siklus menstruasinya hanya karena sering berdekatan.
Meski begitu, sebuah studi kecil pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 44% peserta yang tinggal bersama perempuan lain mengalami kesamaan waktu menstruasi. Mereka juga melaporkan gejala seperti migrain menstruasi yang lebih sering muncul. Ini menunjukkan bahwa pengaruh antarsesama perempuan mungkin ada, meski tidak selalu terkait waktu menstruasi.


