HOLOPIS.COM, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) muncul dan marah-marah pasca terbongkarnya kasus korupsi di Pertamina yang diduga merugikan keuangan negara hingga hampir 1 kuadriliun rupiah itu.
Alasannya, karena dirinya waktu itu hanya menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (persero), bukan Direktur Utama (Dirut). Sehingga dirinya merasa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemberantasan korupsi di tubuh perusahaan pelat merah itu.
Sikap Ahok yang marah-marah di salah satu wawancara eksklusif Liputan6 itu pun direspons oleh akun anonim PartaiSocmed. Akun X tersebut menilai bahwa statemen Ahok tidak lurus dengan statemen sebelumnya.
“Ahok sekarang koar2 tidak bisa apa2 karena cuma jadi komut bukan dirut. Tonton video sampai akhir bagaimana dia sendiri dulu cerita ditawari Dirut Pertamina tapi menolak memilih jadi Komut saja karena lebih enak dan santai,” tulis @PartaiSocmed seperti dikutip Holopis.com, Senin (3/3/2025).
Dalam video yang diunggah oleh PartaiSocmed, tampak Ahok melakukan wawancara dengan Liputan6 dan menyatakan dirinya tidak bisa berbuat banyak karena jabatannya hanya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.
“Karena saya nggak bisa apa-apa, saya di luar kekuasaan. Saya nggak pernah kewalahan, saya teken. Cuma masalahnya saya nggak pernah dikasih dirut. Saya bilang berkali-kali kok, kalau betul mau bersihkan Pertamina, saya itu (seharusnya) Dirut, bukan Komut,” kata Ahok dalam wawancara tersebut.
Diketahui, video wawancara eksklusif Liputan6 tersebut berjudul “EKSKLUSIF! Ahok Bongkar Dugaan Pertamax Oplosan Hingga ‘Pemain’ Ikutan dan Siap Bantu Kejagung!” yang ditayangkan pada 28 Februari 2025.
Sementara itu, dalam wacanara eksklusif dengan Najwa Shihab di Mata Najwa berjudul “Ahok soal Jokowi, Prabowo, dan Jakarta Hari Ini” yang ditayangkan pada 4 Juli 2024 memberikan penjelasan yang berbeda. Di mana saat itu dirinya ditawari jabatan sebagai Direktur Utama di PT Pertamina Persero, namun suami Puput Nastiti Devi tersebut memilih untuk menjadi Komisaris Utama saja.
“Beliau (Jokowi) panggil saja saat ini suruh saya jadi Dirut Pertamina,” kata Ahok.
“Spesifik waktu itu tujuannya diminta jadi Dirut?,” tanya Najwa menegaskan.
“Iya,” jawab singkat Ahok.
“Setahun lalu itu ?,” tanya Najwa lagi.
“Iya,” timpal Ahok.
“Ya, cuma saya bilang kenapa baru sekarang?. Kan (Pertamina) udah bagus, udang untung. Saya bilang saya jadi Komut juga udah happy kok selama Dirutnya mau nurut sama saya kan. Kan nggak pernah dari rugi terus bisa untung, untung, untung sampai tertinggi, gitu kan, 4 tahun terakhir kan,” lanjut politisi PDIP itu.
Saat mendapatkan tawaran menjadi Direktur Utama Pertamina tersebut, Ahok merasa lebih memilih jadi Komisaris Utama saja karena pekerjaannya lebih ringan.
“Saya masih bercanda gini, bukan pak. Kalau ada orang lain, orang lain aja pak. Paling enak jadi Komut pak, ‘lha kenapa?’. Kan saya bilang pak, saya lagi terapi nih pak, ‘terapi apa?’, terapi main Golf, terapi Main Piano pak, terapi Mandarin pak, saya les pak,” tutur Ahok menceritakan obrolannya dengan Jokowi.
Bagi Ahok, menjadi Komisaris Utama tidak banyak waktunya tidak disita oleh pekerjaan di perusahaan BUMN tersebut, sehingga semua kegiatannya seperti bermain Golf, bermusik piano dan les bahasa Mandarin bisa tetap dilakoninya.
“Lebih baik orang lain aja pak (jadi Dirut Pertamina). Karena yang paling bahagia jadi orang tuh ada duit ada waktu pak. Kalau saya jadi Dirut ada duit nggak ada waktu pak. Makanya saya kurang minat, saya bilang,” tukas Ahok.
HAHAHAA! ?
Ahok sekarang koar2 tidak bisa apa2 karena cuma jadi komut bukan dirut. Tonton video sampai akhir bagaimana dia sendiri dulu cerita ditawari Dirut Pertamina tapi menolak memilih jadi Komut saja karena lebih enak dan santai. pic.twitter.com/MqGpMwQ1G7— #99 (@PartaiSocmed) March 2, 2025


