BerandaNewsRagamIndustri Animasi Indonesia Jadi Mesin Ekonomi Baru

Industri Animasi Indonesia Jadi Mesin Ekonomi Baru

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Industri animasi Indonesia mulai menunjukkan taringnya sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang punya peluang besar. Data Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) per 19 Mei 2026 mencatat pendapatan industri animasi pada 2025 mencapai Rp798 miliar.

Angka tersebut naik sekitar 55 persen dibandingkan pendapatan 2024 yang berada di kisaran Rp516 miliar. Tren pertumbuhan ini diproyeksikan masih berlanjut. Pada 2026, pendapatan industri animasi diperkirakan mencapai Rp882 miliar.

Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari semakin berkembangnya studio animasi, talenta kreatif, hingga karya intelektual lokal yang mulai menjangkau pasar luar negeri.

Berdasarkan data Kemenekraf, saat ini terdapat 262 studio animasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Industri ini juga menyerap sekitar 3.448 tenaga kerja. Dari sisi lokasi, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan konsentrasi studio animasi terbesar, yakni sekitar 25 persen.

Sementara dari sisi produksi, animasi 3D menjadi format yang paling banyak digarap dengan porsi mencapai 69 persen.

Tak hanya mengandalkan produksi untuk pasar domestik, industri animasi Indonesia juga mulai memperluas pasar ke mancanegara.

Tercatat produk animasi Indonesia telah menjangkau 37 negara. Pasar ekspornya antara lain kawasan Asia Tenggara sebesar 23 persen, Asia Timur 21 persen, dan Eropa 18 persen.

308 Produk Kekayaan Intelektual Sudah Terdaftar

Potensi industri animasi juga terlihat dari semakin banyaknya kekayaan intelektual (KI) yang dikembangkan pelaku industri.

Data Kemenekraf mencatat terdapat 308 produk kekayaan intelektual aktif yang telah terdaftar. Angka ini menunjukkan bahwa animasi tidak hanya dipandang sebagai konten hiburan, tetapi juga aset ekonomi yang bisa dikembangkan dalam jangka panjang.

Kekayaan intelektual tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas bisnis ke berbagai sektor, mulai dari film dan serial, gim, merchandise, hingga lisensi karakter.

Pemerintah juga melihat industri animasi sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Sejumlah dukungan disiapkan, termasuk membuka akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual bagi studio animasi.

Selain itu, pemerintah mendorong pendampingan dalam proses pendaftaran hak kekayaan intelektual. Langkah ini dinilai penting agar karya yang dibuat para pelaku industri memiliki perlindungan hukum sekaligus nilai ekonomi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA