HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas memastikan tidak ada kuota pendamping untuk jemaah haji lanjut usia (lansia) pada pelaksanaan haji 1445 Hijriah atau 2024 Masehi tahun depan.
“Tahun depan, tidak ada kuota pendamping lansia,” kata Menag Yaqut dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (7/7).
Menurutnya, jika kuota untuk pendamping diberikan justru bisa merusak dan menganggu banyak hal terkait pelaksanaan operasional penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
“Kalau pendamping kita masukkan, antreannya pasti yang seharusnya berangkat dia akan tergeser karena diambil kuotanya oleh pendamping ini. Tentu kita tidak ingin itu terjadi,” jelasnya.
Dia berharap, penyelenggaraan ibadah haji di tahun-tahun berikutnya harus adil sesuai dengan porsi dan urutannya.
“Kita inginnya supaya jemaah ini bisa berangkat beribadah dengan cara-cara yang berkeadilan. Adil dalam terjemahan kami ya seperti itu,” ujar Menag.
Sebagai solusi, Menag Yaqut mengatakan, pihaknya akan melakukan negosiasi lebih lanjut dengan pemerintah Arab Saudi perihal kuota petugas pada pelenyelenggaraan haji di tahun depan.
Menurutnya, penambahan kuota petugas penting karena proporsi petugas dan jemaah haji masih jauh dari kata ideal. Sehingga banyak petugas yang mengerjakan hal-hal di luar tanggung jawabnya.
“Jadi kadang-kadang teman-teman media juga harus mengerjakan hal yang di luar tanggung jawabnya karena keterbatasan itu. Misalnya saya lihat beberapa teman-teman media di mina misalnya harus gendong jemaah (lansia),” tukasnya.


