HOLOPIS.COM, JAKARTA – Eks penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap ikut menanggapi tantangan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk bertemu AKBP Rossa.
Yudi menyarankan agar pimpinan KPK memenuhi tantangan Megawati tersebut. Hal itu demi menuntaskan kasus Harun Masiku yang tak kunjung usai.
“Saya berharap permintaan tersebut akan disetujui oleh KPK karena pimpinan KPK yang akan memutuskan. Pertemuan Megawati dan AKBP Rossa Purbo Bekti penting untuk meredakan isu-isu bahwa perburuan Harun Masiku politis,” kata Yudi Purnomo dalam keterangannya pada Sabtu (6/7) seperti dikutip Holopis.com.
“Karena memang ini murni penegakan hukum karena kasus suap komisioner KPU sampai kapan pun tidak akan selesai tanpa tertangkapnya Harun Masiku,” sambungnya.
Yudi juga berharap agar pimpinan KPK tidak usah takut menerima permintaan Megawati dengan kapasitasnya sebagai tokoh bangsa.
“Bahwa pernyataan Megawati agar AKBP Rossa bertemu dengan dirinya harus dianggap sebagai permintaan dari tokoh bangsa, mantan Presiden RI, sehingga tidak perlu KPK takut bertemu karena anggapan conflict of interest jabatannya selalu ketum partai, namun cermin transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meradang dengan tindakan KPK yang telah memeriksa anak buahnya Hasto Kristiyanto.
Dimana mulanya Megawati meminta nama penyidik yang akan memeriksa Hasto terkait dengan buronnya Harun Masiku. Dalam sebuah percakapan, Megawati pun pamer sudah lebih banyak terlibat masalah hukum ketimbang Hasto.
“Saya bilang sama si Hasto, ‘Lo berani dateng nggak, To? Masak kalah sama aku. Aku aja dateng sampai 3 kali, lho, To’, ku bilang. ‘Yo dateng lo, ini, Bu’. Terus sopo si sing manggilin kamu? Tanyain namanya, gitu kan. Namanya Rossa,” kata Megawati dalam pernyataannya Jumat (5/7).
Megawati kemudian menantang sosok Rossa yang telah berani memanggil anak buahnya ke KPK tersebut.
“Tulis tuh! Ibu bilang yang manggil Pak Hasto namanya Rossa. Nah, kalo lo berani nulis tuh, gua angkat tangan deh sama wartawan. Enak aja emangnya siapa die? Betul nggak? Loh iya, orang dia manusia juga. Gile,” ucapnya.
Megawati kemudian sempat memberikan provokasi kepada para kader PDIP untuk mendatangi KPK dengan membawa pasukan dalam jumlah besar. Ajakan itu kemudian disanggupi oleh para kader.
“Ah, gua panggilin seluruh ahli hukum. Mau dateng semua nggak ikut saya? Ayo?” ujarnya.
Megawati kemudian pamer bahwa dirinya berani dan meminta Rossa menghadapinya, hal itu dikarenakan dirinya mengklaim berjasa besar atas keberadaan KPK.
“Saya berani kalau umpamanya suruh datang ke sini Rossa, suruh datang ngadepin aku. Loh, lha iya lha, gile, orang yang bikin KPK itu saya lho, kok nggak diaku lho yo. Sopo. Gile,” tegasnya.
Megawati kemudian menganggap pangkat Rossa yang baru perwira menengah tidak berarti baginya untuk dilawan.
“Aku bilang, orang kayak dia aja kok kayak yang pangkatnya opo. Pangkat e opo yo?” kata Megawati dijawab ‘AKBP’ oleh beberapa peserta acara.
“Opo iku? kata Megawati memastikan pangkat Rossa dan dijawab ‘Letkol’ oleh peserta sebagai persamaan pangkat.
“Letkol? Baru Letkol aja belum jenderal lo. Saya panglima tertinggi lo. Yang misahin polisi ya saya lo, gile. Gimana sih,” tuturnya.



