Wapres Gibran Tinjau Pasar Fandoi, Dorong Mutu Ikan Lokal Go Ekspor

0 Shares

HOLOPIS.COM, BIAK – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Pasar Ikan Fandoi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Selasa (13/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung aktivitas jual beli ikan, rantai distribusi hasil perikanan, serta fasilitas pendukung yang digunakan pedagang dan nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya penguatan ekonomi nelayan secara terintegrasi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran perikanan rakyat.

Diketahui, pemerintah saat ini tengah membangun Kampung Nelayan di Biak yang diharapkan terhubung langsung dengan pasar rakyat seperti Pasar Ikan Fandoi. Tujuannya agar perbaikan fasilitas, kelancaran distribusi, serta peningkatan daya saing produk perikanan lokal dapat berjalan beriringan.

Wapres juga meninjau langsung operasional cool storage yang berada di kawasan Pasar Ikan Fandoi. Ia menekankan pentingnya menjaga mutu hasil perikanan agar produk nelayan mampu bersaing di pasar global.

“Mutu harus dijaga agar hasil perikanan nelayan dapat menembus pasar ekspor,” tegas Wapres dalam siaran pers, dikutip Holopis.com, Selasa (13/1/2026.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor Effendi Igirisa menjelaskan bahwa fasilitas cool storage tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 200 ton dengan kemampuan pembekuan mencapai 10 ton melalui teknologi air blast freezer (ABF).

“Cool storage ini dibangun pada 2018 melalui program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan dukungan dana dari JICA. Saat ini asetnya sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Biak Numfor dan dikerjasamakan dengan PT Biak Ocean Seafood,” ujar Effendi.

Menurut Effendi, PT Biak Ocean Seafood menyerap hasil tangkapan nelayan dari berbagai wilayah, mulai dari Biak Timur, Biak Utara, Biak Barat, dan Biak Kota hingga wilayah kepulauan di sekitarnya. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan beroperasi, pengelola telah mengirimkan enam kontainer ikan ke Semarang untuk kemudian disortir dan diekspor ke Tiongkok.

Untuk menjaga kontinuitas pasokan, pengelola juga menambah armada tangkap sendiri berupa kapal berukuran sekitar 54 GT. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas usaha, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung dan hasil tangkapan nelayan menurun.

Lebih lanjut, Effendi menyebut keberadaan cool storage memberikan dampak positif terhadap pendapatan nelayan. Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, hasil tangkapan dapat diserap dalam jumlah besar tanpa menekan harga di pasar.

“Harga menjadi lebih stabil, sehingga pendapatan nelayan meningkat,” katanya.

Selain ikan, Pasar Ikan Fandoi juga menyediakan berbagai kebutuhan pangan lainnya, termasuk sayuran. Di sela-sela peninjauan, Wapres menyempatkan diri menyapa para pedagang, baik pedagang ikan maupun pedagang sayur.

Salah satunya adalah Dolfina Pondayar (66), pedagang pinang yang telah berjualan di Pasar Fandoi sejak 2002. Ia menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan Wapres sekaligus berharap adanya dukungan permodalan bagi pedagang kecil, khususnya perempuan Papua.

“Kami perempuan Papua ini jualan, tapi kekurangan kami hanya modal. Jadi kami jual sedikit-sedikit,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pasar Ikan Fandoi memiliki pasar kering seluas 1.250 meter persegi dan pasar basah seluas 750 meter persegi, dengan tiga los yang dilengkapi 60 meja beton. Saat ini, sekitar 60 pedagang sayur dan 110 pedagang ikan tercatat aktif berjualan setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIT.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU