Tiga Perjanjian Dagang Dibidik, Ekspor RI Berpotensi Naik USD15 Miliar

0 Shares

Pada tingkat komoditas, kelapa sawit, alas kaki, udang, karet alam, kopi, dan minyak atsiri termasuk produk yang berpeluang memperoleh keuntungan dari ketentuan tarif melalui I-EAEU FTA.

Besarnya potensi ekspor tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas tujuan perdagangan sekaligus meningkatkan penjualan produk bernilai tambah ke pasar internasional.

Namun, keberadaan perjanjian perdagangan tidak otomatis menjamin peningkatan ekspor. Pelaku usaha tetap perlu memenuhi ketentuan asal barang (rules of origin), standar mutu, persyaratan teknis, serta ketentuan lain yang berlaku di negara tujuan.

Selain itu, eksportir perlu memahami prosedur pemanfaatan tarif preferensial agar produk Indonesia benar-benar memperoleh manfaat dari perjanjian yang telah disepakati.

Karena itu, pemerintah berupaya menyelaraskan pemanfaatan CEPA dan FTA dengan komoditas yang memiliki basis produksi domestik kuat serta permintaan potensial di pasar mitra.

“Ke depan, fokus Pemerintah adalah menyinergikan pemanfaatan CEPA dan FTA dengan komoditas unggulan yang memiliki basis produksi domestik kuat serta potensi pasar besar di negara mitra. Melalui strategi ini, manfaat kesepakatan dagang diharapkan langsung bertransformasi menjadi lonjakan kinerja ekspor nasional,” ujar Airlangga.

Upaya tersebut diharapkan membuat perjanjian perdagangan internasional memberikan manfaat yang lebih nyata bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan ekspor hingga perluasan pasar bagi produk unggulan Indonesia.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU