Pemerintah memperkirakan kondisi kekeringan masih berpotensi berlangsung hingga November 2026.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, penanganan akan terus disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Menurutnya, optimalisasi infrastruktur air penting dilakukan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat sekaligus menjaga produktivitas pertanian.
“Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun menjaga produktivitas pertanian. Penanganan juga terus dievaluasi agar dukungan dapat diberikan secara tepat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Dody, ditulis Jumat (25/9).
TNI-Polri hingga Warga Ikut Bergerak
Penanganan kekeringan juga melibatkan berbagai pihak di daerah.
TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat ikut terlibat dalam penyediaan air dan pembangunan sumur bor di wilayah yang terdampak.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menjaga kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian selama periode kekeringan.
Dengan potensi kekeringan yang masih berlangsung hingga November, pemerintah masih akan melakukan pemantauan dan menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.



