Dampak dan manfaatnya bagi masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus diukur.
“Presiden membutuhkan hasil yang jelas dan terasa manfaatnya langsung oleh masyarakat, bukan sekadar fisik bangunan saja,” ujarnya.
Selain membantu percepatan program prioritas, Irwan juga diharapkan memperkuat sektor pendidikan dan riset kelautan.
Latar belakangnya sebagai akademisi menjadi salah satu alasan Trenggono menaruh perhatian pada bidang tersebut.
Salah satu agenda yang disorot adalah transformasi Politeknik KKP melalui penguatan Ocean Institute of Indonesia (OII).
KKP ingin OII berkembang menjadi pusat unggulan atau Center of Excellence yang menyesuaikan kebutuhan industri nasional maupun global.
Trenggono berharap lulusan Politeknik KKP nantinya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kehadiran Pak Irwan yang berlatar akademisi diharapkan dapat mempercepat integrasi riset terapan dan transformasi OII ini,” kata Trenggono.
Sementara itu, Irwan Meilano mengatakan dirinya siap langsung bekerja di KKP.
Dia membawa tiga prinsip utama, yakni integrasi data, pengukuran manfaat program bagi masyarakat, serta penyelesaian persoalan secara kolaboratif.
Irwan menilai data perlu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan di lingkungan KKP.
Karena itu, keterbukaan dan tata kelola berbasis data menjadi salah satu fokus awalnya.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang fisik kita bangun, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Irwan.



