JAKARTA – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan dukungannya terhadap aksi Serikat Petani Indonesia (SPI) yang melibatkan sekitar 1.500 petani dari berbagai daerah untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria di depan Gedung DPR RI pada hari Selasa, 15 September 2026 kemarin.
Said menilai reforma agraria tidak semata-mata berkaitan dengan pembagian maupun sertifikasi tanah. Menurutnya, kebijakan reforma agraria harus memastikan akses tanah bagi masyarakat yang menggarapnya, mencegah perampasan ruang hidup, menyelesaikan konflik agraria, serta memperkuat kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
“Saya mendukung aksi Serikat Petani Indonesia yang melibatkan sekitar 1.500 petani dari berbagai daerah untuk mengawal pembahasan RUU Pengaturan Reforma Agraria di depan Gedung DPR RI,” kata Said Iqbal, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan kepentingan petani dan buruh memiliki keterkaitan erat. Buruh, kata Said, membutuhkan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau, sementara petani membutuhkan harga hasil produksi yang adil.
“Nasib petani dan buruh tidak dapat dipisahkan. Buruh membutuhkan pangan yang terjangkau, sedangkan petani membutuhkan harga hasil produksi yang adil. Keduanya sama-sama menghadapi ketimpangan penguasaan sumber daya dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil,” ujarnya.
Karena itu, Said meminta pembahasan RUU Pengaturan Reforma Agraria dilakukan secara terbuka dengan melibatkan organisasi petani secara bermakna. Ia mengingatkan agar regulasi yang menggunakan nama reforma agraria tidak justru menjauh dari kebutuhan masyarakat petani.
“Karena itu, pembahasan RUU ini harus berlangsung terbuka dan melibatkan organisasi petani secara bermakna. Jangan sampai undang-undang yang menggunakan nama reforma agraria justru menjauh dari kebutuhan petani,” tegasnya.
Said juga meminta DPR dan pemerintah mendengarkan aspirasi para petani yang mengawal pembahasan RUU tersebut.
Menurutnya, reforma agraria memiliki keterkaitan dengan upaya mewujudkan keadilan sosial, memperkuat kedaulatan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“DPR dan pemerintah harus mendengar suara mereka. Reforma agraria sejati adalah jalan menuju keadilan sosial, kedaulatan pangan, dan kemakmuran rakyat Indonesia,” pungkas Said Iqbal.




