JAKARTA – Momen penuh kehangatan dan simbol persahabatan mewarnai kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Turki, Rabu (9/4) malam waktu setempat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut langsung kedatangan Prabowo di Bandar Udara Internasional Esenboga, Ankara, dalam sebuah penyambutan yang memperlihatkan kedekatan personal antara kedua pemimpin.
Tepat pukul 18.58 waktu Ankara, pesawat kenegaraan yang membawa Presiden Prabowo mendarat, dan hanya beberapa langkah dari tangga pesawat, Presiden Erdogan sudah berdiri menunggu. Keduanya bersalaman hangat dan berpelukan, menciptakan momen yang sarat makna diplomatik.
“Beliau bersalaman hangat, kemudian berpelukan. Momen itu sekaligus memperlihatkan kedekatan personal antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam keterangan persnya yang dikutip Holopis.com, Kamis (10/4).
Setelah bersalaman, kedua pemimpin berbincang santai sambil melewati Pasukan Jajar Kehormatan yang berdiri tegak menyambut kedatangan Prabowo. Lagu kebangsaan Indonesia Hari Merdeka dan lagu kebangsaan Turki Istiklal Marsi berkumandang, menambah nuansa khidmat dan meriah dalam prosesi kenegaraan tersebut.
Satu momen manis juga terjadi ketika dua anak kecil mengenakan pakaian tradisional Turki maju ke depan, menyerahkan buket bunga kepada Presiden Prabowo dan rombongan. Sebuah gestur lembut yang mencerminkan sambutan hangat dari negeri Bosporus.
Usai penyambutan resmi, Erdogan mengajak Prabowo berbincang lebih lanjut di ruang tunggu khusus dalam bandara.
Setelah itu, Prabowo melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam di pusat kota Ankara, didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama.
Lawatan ke Turki ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo ke kawasan Timur Tengah. Ini juga menjadi kunjungan balasan setelah Presiden Erdogan datang ke Indonesia pada Februari 2025.
Dari Ankara, Presiden dijadwalkan melanjutkan lawatannya ke Mesir, Qatar, dan Yordania dalam beberapa hari ke depan.



