Iran Tunggu Respons Definitif AS soal Proposal Pembukaan Selat Hormuz, Trump Sebut Tak Bisa Diterima

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran masih menunggu respons resmi Amerika Serikat terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz, meski Presiden AS Donald Trump telah menyatakan penolakannya terhadap tawaran tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Tehran belum menerima jawaban definitif dari Washington melalui pihak-pihak yang menjadi mediator.

Proposal tersebut menawarkan pembukaan kembali jalur strategis itu dalam waktu tujuh hari serta dimulainya kembali perundingan nuklir. Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran meminta sejumlah persyaratan dipenuhi, termasuk penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak Iran.

Araghchi mengatakan pihaknya telah mengetahui reaksi awal Trump, tetapi belum menerima sikap resmi AS yang disampaikan melalui mediator.

“Kami telah melihat reaksi pertama dari presiden AS, tetapi belum ada yang disampaikan kepada kami oleh para mediator,” kata Araghchi, dikutip Holopis.com, Minggu (27/9).

Menurutnya, pernyataan Trump mengenai Iran selama ini juga dinilai berubah-ubah. Karena itu, Tehran masih menunggu posisi resmi Washington sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Tentu saja, presiden AS juga telah mengatakan banyak hal yang baik dan juga banyak hal yang bertentangan, yang sayangnya sering kami dengar darinya. Kami menunggu pendapat definitif disampaikan kepada kami oleh para mediator dan kami akan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump pada Sabtu (26/9) menyatakan menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Saat ditanya mengenai tawaran tersebut, Trump menyebut kesepakatan yang diajukan Tehran tidak dapat diterima.

“Mereka ingin membuat kesepakatan agar mereka segera membuka selat karena mereka kalah begitu parah. Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu bagus. Saya juga suka membuat kesepakatan, tetapi kesepakatan itu tidak dapat diterima,” kata Trump.

Araghchi sebelumnya menjelaskan bahwa persyaratan yang diajukan Iran berkaitan dengan kesepakatan yang pernah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara pada Juni. Namun, kesepakatan tersebut kemudian tidak berlanjut setelah kembali terjadi pertempuran.

Dalam proposal terbaru itu, Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dan lalu lintas maritim normal dipulihkan dalam waktu tujuh hari apabila persyaratan yang diajukan Tehran dipenuhi. Araghchi juga mengatakan pilihan selanjutnya berada di tangan Washington.

Ketegangan terkait Selat Hormuz menjadi perhatian internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu rute penting bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu sebelumnya turut memengaruhi pasokan minyak dan harga energi dunia.

Hingga Minggu (27/9), Tehran menyatakan masih menunggu respons resmi AS melalui mediator sebelum menentukan langkah berikutnya. Araghchi juga menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tetap bergantung pada terpenuhinya persyaratan yang diajukan Iran.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU