Keluhan serupa disampaikan akun @aprilyk_.
Ia mempertanyakan apakah terdapat tunjangan atau dukungan biaya bagi manajer yang memperoleh penempatan jauh dari tempat tinggal.
“Pak tolong gak adil ini gak ada tunjangan penempatan untuk yang gak sesuai domisili kah? Kita udah rela resign malah terjebak seperti ini,” tulisnya.
Menurutnya, penempatan yang jauh dari domisili membuat kebutuhan biaya tempat tinggal dan pengeluaran lainnya menjadi persoalan tersendiri.
Sementara itu, akun @awal_tansi juga menyampaikan kekecewaan melalui kolom komentar.
“Kok kita diginiin banget ya? Kita se tidak berharga itu? Udah penempatan jauh, gaji mini, tolonglah,” tulisnya.
Keluhan tersebut menunjukkan adanya sejumlah persoalan yang dirasakan manajer terkait penempatan, terutama mengenai jarak lokasi tugas, biaya hidup, serta besaran penghasilan yang mereka terima.
Hingga informasi ini ditulis, akun Instagram Agrinas Pangan masih dipenuhi komentar yang membahas persoalan penempatan manajer Kopdes.
Protes di media sosial ini muncul setelah informasi mengenai penempatan manajer Kopdes dirilis.
Para manajer sebelumnya disebut telah menunggu cukup lama untuk mengetahui lokasi tugas masing-masing.
Meski demikian, keluhan yang beredar di media sosial tersebut merupakan pernyataan dari akun-akun yang mengaku sebagai manajer Kopdes.
Belum ada penjelasan resmi yang dimuat dalam informasi tersebut mengenai mekanisme penempatan, alasan penentuan lokasi, maupun kebijakan tunjangan bagi manajer yang ditempatkan jauh dari domisili.
Karena itu, persoalan penempatan masih menjadi sorotan, terutama bagi mereka yang merasa lokasi tugasnya tidak sesuai dengan harapan.



