HOLOPIS.COM, DEPOK – Pimpinan ponpes di Depok diduga lecehkan sejumlah santri. Pengakuan di Instagram @azzahazzizah menyebut ada korban berkebutuhan khusus.
Dugaan pelecehan terhadap sejumlah santri di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Depok, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan.
Kasus ini mencuat setelah cerita mengejutkan mengenai dugaan tindakan tidak pantas terhadap santri beredar di media sosial.
Informasi tersebut diungkap melalui media sosial Instagram @azzahazzizah, yang mengaku sebagai anak dari pimpinan ponpes yang diduga melakukan tindakan tersebut.
Dalam unggahannya, Azzah menceritakan sejumlah dugaan perlakuan terhadap santri yang disebut terjadi di lingkungan pesantren.
Yang bikin geger, dalam cerita tersebut disebut ada salah satu korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus.
Azzah sebelumnya mengungkap dugaan pelecehan tersebut setelah sejumlah santri meninggalkan pondok pada 8 Juli 2026.
Menurut keterangan yang disampaikan melalui akun @azzahazzizah, dugaan korban awalnya disebut berjumlah enam orang.
Namun, setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan, jumlah orang yang mengaku sebagai korban disebut bertambah hingga mencapai 22 orang.
Azzah mengeklaim dugaan tindakan yang dilakukan pimpinan ponpes tersebut antara lain memeluk, mencium pipi, menyentuh bagian tubuh sensitif hingga mengirimkan pesan yang dinilai mengarah pada pelecehan seksual.
Salah satu korban yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus.
Azzah juga menyampaikan klaim lain terkait korban tersebut.
Namun, seluruh tudingan itu masih merupakan keterangan dari pihak Azzah yang belum teruji dan perlu dibuktikan melalui proses hukum.




