HOLOPIS.COM, MAROS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendadak “membuat ribut” usai menemukan kondisi memprihatinkan pada alat dan mesin pertanian (alsintan) milik negara di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Inspeksi yang semula bertujuan memastikan kesiapan produksi benih padi di salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kementan pada Senin (16/3/2026), berubah menjadi momen evaluasi keras.
Pasalnya, Mentan Amran mendapati sejumlah alsintan tidak dirawat dengan baik, bahkan beberapa traktor tampak kotor dan dipenuhi lumpur, seolah dibiarkan begitu saja setelah digunakan.
“Pertanyaannya, salah tidak kamu lakukan semua itu? Biasa memang begitu dari dulu? Sudah pakai (alsintan) tidak cuci. Ini kotornya. Tidak boleh masuk di sini (tempat penyimpanan alsintan) kalau tidak dicuci. (Alsintan) itu harus diperbaiki. Ini mahal. Dan tahu itu? Itu uangnya rakyat, uangnya masyarakat Indonesia,” tegas Mentan Amran, dikutip Holopis.com, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, kelalaian merawat alsintan bukan sekadar masalah teknis, melainkan mencerminkan rendahnya disiplin dan kepedulian terhadap aset negara.
“Tahu gak? Ini ketidakpedulian. Setiap baut itu adalah uang rakyat, pajak rakyat,” ucapnya.
Tak hanya alsintan, kondisi lahan juga tak luput dari sorotan. Mentan Amran menemukan sawah yang tergenang air dan tidak dikelola optimal, padahal kawasan tersebut seharusnya menjadi percontohan pengembangan benih padi di Sulawesi.
“Kenapa tidak pompa? Kenapa tidak kerja? Masa begini? Kamu harus jadi percontohan Pulau Sulawesi, nah kamu yang paling jelek. Ini uang negara ini,” kata Mentan Amran.
Merespons temuan itu, langkah tegas langsung diambil di lokasi. Mentan Amran memerintahkan pemberian sanksi keras kepada pihak yang bertanggung jawab, bahkan tanpa menunggu waktu lama.
“Sudah berapa lama kerja di sini? Begitu memang cara kerjamu dari dulu? Ini kasih dia SP3 ini, peringatan terakhir,” tegasnya.
Ia juga langsung menghubungi Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan untuk memastikan sanksi disiplin segera dijalankan.
”Itu kasih peringatan yang di sini, SP3 di Maros. Kasih juga peringatan pimpinannya. kasih peringatan semua. Ini tidak ada dilaksanakan yang saya umumkan dari Subang, Sukamandi. Coba cek semua, begitu tidak ikut perintah, saya kasih peringatan,” ungkapnya.
Insiden ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada ruang toleransi terhadap kelalaian dalam pengelolaan aset pertanian. Bagi Mentan Amran, alsintan adalah instrumen vital dalam mendorong produktivitas dan efisiensi sektor pertanian nasional.
Selama ini, pemerintah telah menggelontorkan bantuan alsintan dalam jumlah besar ke berbagai daerah untuk mempercepat mekanisasi pertanian. Karena itu, ia menegaskan setiap unit harus diperlakukan sebagai aset strategis negara yang wajib dirawat dengan penuh tanggung jawab.



