Masinis KA 5568A kemudian melihat adanya kerumunan masyarakat di jalur hulu arah Stasiun Tambun setelah kecelakaan KA 5181B.
Kerumunan tersebut membuat perjalanan KA 5568A kembali dihentikan.
Masinis pun berusaha mendapatkan informasi mengenai kondisi di Stasiun Bekasi Timur dengan menghubungi PPKP Selatan.
Tetapi, panggilan pertama tidak mendapat respons.
KNKT menjelaskan, saat itu PPKP Selatan sedang berkomunikasi dengan masinis KA 5181B yang baru saja mengalami kecelakaan.
Tak berhenti di situ, sekitar 47 detik kemudian masinis KA 5568A kembali menghubungi PPKP Selatan.
Dalam panggilan kedua, masinis menyampaikan bahwa KA 5568A masih tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Namun, panggilan kedua tersebut juga tidak mendapat respons.
Rekaman CCTV Pusat Pengendalian (Pusdal) menunjukkan PPKP Selatan saat itu sedang melaporkan kecelakaan KA 5181B kepada Pengendali Operasi KA (OPKA) sesuai prosedur tanggap darurat.
Alhasil, informasi bahwa KA 5568A masih tertahan karena adanya kerumunan masyarakat di jalur hulu tidak tersampaikan secara memadai.
KNKT juga menemukan persoalan pada mekanisme komunikasi yang digunakan masinis KA 5568A.
Masinis melakukan panggilan individual melalui tombol push to talk (PTT) pada mikrofon, bukan menggunakan panggilan emergency.
Akibatnya, tidak muncul notifikasi panggilan darurat pada konsol radio Sepura Section 27 yang berada di meja pengendalian PPKP Selatan.



