HOLOPIS.COM, JAKARTA — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki strategi tersendiri dalam menempatkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri.
Listyo kini menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah Prabowo menggantinya dengan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Listyo dilantik sebagai KSP pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan pelantikan Suyudi sebagai Kapolri.
Mahfud menilai penempatan Listyo di KSP bukan sekadar pemindahan jabatan. Dia melihat keputusan tersebut sebagai strategi Prabowo untuk menjaga Listyo tetap berada dalam lingkungan pemerintahan.
“Lalu ke mana Listyo, Listyo Sigit itu dipindah ke KSP. KSP itu ndak ada fungsinya, di konstitusi juga nggak ada, itu kan ciptaan dulu, enggak strategis,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang seperti dikutip Holopis.com, Rabu (7/10/2026).
Mahfud kemudian membandingkan posisi KSP pada pemerintahan sebelumnya dengan jabatan-jabatan strategis lainnya. Dia menyebut sejumlah nama yang pernah menduduki posisi tersebut pada era Presiden Joko Widodo.
“Ada KSP selama Pak Jokowi itu, ada Pak Teten, ada Pak Luhut, ada terakhir Pak Moeldoko,” ujarnya.
Menurut Mahfud, penempatan Listyo di KSP membuat mantan Kapolri tersebut tetap berada dalam lingkar pemerintahan, termasuk bersama sejumlah pejabat Polri lainnya yang sebelumnya menduduki posisi strategis.
“Ada buktinya sama sekali tidak ada yang langsung berurusan dengan publik. Jadi Pak Listyo diletakkan di situ dan orang-orangnya yang sudah bintang tiga itu diletakkan di situ,” kata Mahfud.
Dari kondisi tersebut, Mahfud menyimpulkan bahwa Prabowo mengambil langkah yang menurutnya cerdik.
“Itu artinya apa itu, itu bukan hanya digeser, menurut saya cerdik Prabowo, dikurung,” ujar Mahfud.
Mahfud menjelaskan, istilah “dikurung” yang digunakannya bukan berarti Listyo berada dalam kondisi berbahaya. Menurut dia, maksudnya adalah menjaga agar Listyo tetap berada di dalam struktur pemerintahan sehingga tidak berada di luar pemerintahan.
“Karena kalau dilepas di luar itu kan bisa berbahaya, artinya bisa mengganggu lah, berbahaya sih ndak. Nis mengganggu, kurung aja di sini,” tuturnya.
Pergantian Listyo sendiri resmi berlangsung pada 1 Oktober 2026. Prabowo melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, sementara Listyo dilantik untuk menempati jabatan KSP.



