Sebaliknya, anak muda harus menjadi pelopor toleransi, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta persatuan.
“Jakarta jangan sampai menjadi panggung pertarungan yang memecah belah bangsa. Kita boleh mengkritik pemerintah, boleh menyampaikan tuntutan, tetapi jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menghancurkan rumah kita sendiri,” ujarnya.
Frans menegaskan, demokrasi akan menjadi kuat apabila kebebasan menyampaikan pendapat diiringi kedewasaan dalam menghormati hak masyarakat lainnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam dinamika aksi 27 Agustus untuk menahan diri dan mengutamakan kepentingan bangsa.
“Mari kita jaga Jakarta Presisi, aman, dan tertib bersama. Jakarta rumah kita bersama. Jangan sampai aksi menyampaikan aspirasi justru menciptakan kerusuhan dan disintegrasi bangsa,” pungkas Frans Freddy.



