HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggarap film sejarah bersama Turki yang mengangkat hubungan kedua pihak pada masa kolonial Belanda. Film tersebut akan menyoroti jejak Kerajaan Ottoman atau Turki Utsmani di Nusantara, termasuk hubungannya dengan perjuangan Kesultanan Aceh.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, rencana produksi film tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dijajaki melalui Jakarta Film Summit (JFS) 2026. Kerja sama itu telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bersama pihak industri film Turki.
“Ottoman itu pernah ada di Indonesia. Ini menarik bagi sebuah kerja sama dan kita akan membuat film bersama antara Turki dan Indonesia,” ujar Rano dalam rangkaian penutupan Jakarta Film Summit 2026 di Hotel Park Hyatt, Jakarta, dikutip Holopis.com, Rabu (21/10).
Rano mengatakan, Indonesia dan Turki memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin selama hampir 78 tahun. Namun, menurutnya, masih banyak catatan sejarah hubungan kedua pihak yang belum diketahui masyarakat luas.
Melalui film tersebut, sejarah hubungan Turki dan Nusantara diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui layar lebar.
Founder Kutay Film, Iskender Bingol, mengatakan, kedatangannya ke Indonesia dalam rangkaian Jakarta Film Summit 2026 bertujuan membangun kerja sama dengan Jakarta Film Commission.
Ia menjelaskan, film tersebut akan mengangkat kisah hubungan Turki Utsmani dengan wilayah Nusantara, termasuk keterkaitannya dengan perjuangan masyarakat Aceh menghadapi kekuatan kolonial.
“Kronik inilah yang direncanakan diangkat dalam layar lebar sebagai sebuah kisah,” ungkapnya.
Sekitar 70 persen proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung di Jakarta, sedangkan 30 persen sisanya akan dilakukan di Turki.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, pihaknya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan produksi, mulai dari kostum hingga perekrutan aktor dan aktris.
Iskender berharap seluruh persiapan teknis dapat segera diselesaikan agar proses syuting bisa dimulai sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami merencanakan dalam dua sampai tiga bulan sudah bisa memulai syuting,” pungkasnya.
Sejarah Hubungan Turki Utsmani dan Kesultanan Aceh
Berdasarkan kajian sejarah Anthony Reid dalam buku From Anatolia to Aceh: Ottomans, Turks, and Southeast Asia, hubungan Turki Utsmani dengan Nusantara tercatat melalui kontak politik dan militer dengan Kesultanan Aceh.
Hubungan tersebut berkembang pada abad ke-16, ketika Aceh menjalin kontak dengan Ottoman dalam menghadapi pengaruh Portugis di kawasan perdagangan Asia Tenggara. Dalam hubungan itu, Ottoman dikaitkan dengan dukungan militer dan pengiriman tenaga ahli artileri untuk membantu Aceh.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...