HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film adaptasi novel The Love Hypothesis akhirnya tayang di Prime Video pada 23 September 2026. Dibintangi Lili Reinhart sebagai Olive Smith dan Tom Bateman sebagai Dr. Adam Carlsen, film ini membawa kisah romansa populer karya Ali Hazelwood ke layar lebar.
Bagi pembaca novelnya, sejumlah bagian cerita tentu terasa familiar. Film tetap mengikuti kisah Olive, seorang kandidat PhD, dan Adam, profesor Stanford yang dikenal tegas. Keduanya kemudian menjalani hubungan pura-pura setelah sebuah ciuman spontan membuat Olive membutuhkan pasangan palsu.
Meski alur utamanya masih dipertahankan, terdapat sejumlah perubahan dalam adaptasi film. Beberapa karakter bahkan dihilangkan, sementara sejumlah adegan penting dibuat dengan cara berbeda.
Berikut perbedaan film dan novel The Love Hypothesis yang perlu diketahui pembaca sebelum menonton.
1. Holden Rodriguez Tidak Ada dalam Film
Salah satu karakter penting dalam novel yang tidak muncul dalam film adalah Dr. Holden Rodriguez, sahabat masa kecil Adam.
Dalam novel, Holden merupakan salah satu karakter pendukung yang cukup dekat dengan Adam. Ia juga memiliki hubungan romantis dengan Malcolm, sahabat sekaligus teman sekamar Olive.
Absennya Holden membuat beberapa bagian cerita ikut berubah. Salah satunya adalah ketika Olive tidak mendapatkan peringatan dari Holden mengenai Dr. Tom Benton dan kemungkinan adanya masalah dengan profesor tersebut.
2. Olive dan Jeremy Tidak Pernah Berpacaran
Hubungan Olive dengan Jeremy juga mengalami perubahan.
Dalam novel, Jeremy merupakan mantan kekasih Olive. Sementara dalam film, Jeremy hanya digambarkan sebagai sosok yang sudah lama disukai Olive, tetapi keduanya tidak pernah benar-benar berpacaran.
Meski latar belakang hubungan mereka berbeda, alasan Olive memutuskan untuk berpura-pura berpacaran dengan Adam tetap sama. Olive melihat adanya ketertarikan antara Jeremy dan sahabatnya, Anh, lalu merasa perlu membantu agar keduanya bisa menjalin hubungan tanpa merasa bersalah.
3. Ada Adegan Pesta Koktail yang Tidak Ada di Novel
Film menambahkan sebuah adegan ketika Olive dan Adam menghadiri pesta koktail bersama para ilmuwan.
Adam mengajak Olive sebagai bagian dari hubungan pura-pura mereka untuk menunjukkan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya benar-benar mulai menetap di Stanford.
Di pesta tersebut, Olive diminta menjelaskan penelitiannya mengenai kanker pankreas. Ia awalnya gugup berbicara di depan para akademisi, tetapi akhirnya bersedia.
Situasi kemudian menjadi tidak nyaman ketika Dr. Tom Benton mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Olive. Tom sendiri merupakan profesor Harvard yang diharapkan Olive dapat membantu mendanai penelitiannya.
4. Kisah Tom Benton Dibuat Berbeda
Peran Tom Benton sebagai sosok antagonis juga mengalami sejumlah perubahan dalam film.
Dalam novel, Olive bertemu Tom dalam situasi yang berbeda dan kemudian diundang ke konferensi sains di Boston oleh pihak penyelenggara. Sementara dalam film, Tom sendiri yang mengundang Olive untuk berbicara di konferensi tersebut.
Perubahan juga terjadi pada salah satu adegan penting dalam novel. Dalam buku, Olive secara tidak sengaja merekam tindakan pelecehan seksual Tom setelah ia menolak pendekatan sang profesor.




