JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, dr. Decsa Medika Hertanto memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ancaman penyakit gagal ginjal hingga harus melakukan cuci darah di usia muda.
Dalam kesempatan podcast dengan dr Tirta Mandira Hudhi, ia pernah mengajak salah satu rekannya sesama dokter asal kota Leiden di Belanda untuk melakukan penelitian mengapa banyak kasus gagal ginjal usia muda di Indonesia.
Setelah 8 (delapan) hari observasi di Indonesia, dr Desca menyampaikan bahwa ada 4 (empat) poin penting mengapa kasus gagal ginjal dan cuci darah banyak terjadi di masyarakat usia muda. Yang pertama adalah pola diet.
“Hari kedelapan aku tanya, kira-kira menurutmu apa yang membuat dia pasiennya muda-muda. Yang pertama, kaitannya makanmu,” kata dr Desca seperti dikutip Holopis.com, Jumat (23/5/2025).
Dalam testimoni temannya itu, Desca menyampaikan bahwa dokter asal Belanda tersebut mendapatkan makanan yang sangat ekstrem menurutnya. Yakni sampai 4 (empat) kotak dan makan besar. Sementara hal itu sangat berbeda dengan situasi dan kultur sosial di Belanda.
Desca menyebut jika di Belanda menurut testimoni temannya itu, sarapan hanya mengonsumsi yogurt. Kemudian siang hari makannya pun salad. Sementara saat malam hari kembali mengonsumsi yogurt.
“Jadi dietnya,” tuturnya.
Selain itu, masih sesuai dengan testimoni temannya sesama dokter tersebut adalah, makanan di Indonesia memiliki rasa yang terlalu kuat. Sementara hal itu dinilai bisa berdampak pada kesehatan manusianya.
“Terlalu asin atau terlalu manis,” ujarnya.
Yang tidak kalah penting adalah olahraga. Diterangkan dr Desca, bahwa temannya dari Belanda itu pun cukup kaget dengan kultur di Indonesia yang jarang beraktifitas fisik. Padahal jika di Belanda, mobilitas masyarakat di sana mayoritas bersepeda atau berjalan kaki.
“Aktivitas fisikmu kok kurang banget. Melihat orang motoran ke mana-mana itu kan kayak semut di jalan. Begitu kita ke luar negeri, sepeda, ngepit, atau jalan kaki,” jelasnya.
Kemudian soal pola tidur. Ini juga menjadi bagian dari gaya hidup yang disorot dr Desca selain kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Tidur malam menjadi sesuatu yang krusial jika tidak diperhatikan.
“Tidurmu malam terus. Karena apa, di sana, toko-toko tutup jam 6 atau jam 7 malam. Di kita sampai jam 10 malam, kita itu jam 10 malam plus nasi goreng dan mie goreng pada saat malem,” tukasnya.
Dan yang terakhir menurut dr Desca adalah tingkat stres yang tinggi. Hal ini menjadi aspek pula yang dapat memicu gangguan kesehatan hingga gagal ginjal.
“Stress full,” sambung Desca.
Berdasarkan paparannya itu, pola makan dan gaya hidup menjadi aspek penting untuk menjawab mengapa banyak masyarakat Indonesia harus gagal ginjal hingga cuci darah di usia muda.
“Sekarang 30 an itu buanyak. 40 itu sudah kayak menjadi penghuni tetap,” pungkasnya.
Silakan tonton videonya ya :



